Prajurit Kopassus Bersihkan Sungai Cibanten

Jakarta, IDM – Prajurit grup 1 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) melakukan kegiatan pembersihan Sungai Cibanten yang berada di lokasi Benteng Speelwijk, Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.
Dilansir dari keterangan Pengrup1 Kopassus, Jumat (2/1), kegiatan ini dilakukan bersama-sama masyarakat sekitar, Dinas PUPR Provinsi Banten, Dinas Kesbangpol dan Dinas PUPR Kota Serang.
Baca Juga: Kunjungi Yon TP 861 di Wanam Merauke, Menhan: Batalion Ini Harus Selalu Menang di Daerah Operasi
Dijelaskan target kegiatan ini adalah normalisasi pascarevitalisasi sungai, pembersihan sungai-sungai kecil yang masih menumpuk sampah, antisipasi awal bencana banjir.
Dilansir dari berbagai sumber, Benteng Speelwijk dibangun oleh penjajah Belanda pada abad ke-17 sebagai bagian dari sistem pertahanan mereka di wilayah Banten. Benteng ini berfungsi sebagai markas militer serta pusat kontrol perdagangan di Selat Sunda. Keberadaan benteng ini tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga memperlihatkan bagaimana interaksi antara kekuatan lokal dan kolonial memengaruhi perkembangan politik dan ekonomi di Banten pada masa itu.
Benteng Speelwijk dibangun di sudut kota Serang menghadap ke laut dengan pintu utama di tembok sisi utara, tepatnya terletak di kampung Pamarican, Kecamatan Kasemen, Kota Serang atau sekitar 600 meter ke arah Barat Laut Keraton Surosowan, Situs Banten Lama.
Benteng ini dirancang oleh Hendrik Lucazon Cardeel dan diberi nama Speelwijk sebagai bentuk penghargaan terhadap Gubernur Jenderal VOC kala itu, Cornelis Jansz Speelman (1681-1684). Berdirinya benteng ini menandai permulaan Sejarah monopoli perdagangan VOC di Banten, dan mulai ditinggalkan setelah situasi politik dan keamanan di Banten mulai memburuk pada masa Gubernur Jenderal Daendels.
Baca Juga: Prajurit TNI AD Dapat Rompi Baru di Awal Tahun 2026
Dari struktur bangunan yang masih tersisa, arsitektur bangunan benteng ini menggabungkan gaya eropa dengan unsur lokal yang menjadi kombinasi gaya yang apik dan unik. Sedangkan di tiap sudutnya menyimpan jejak sejarah yang kaya dan menarik untuk dieksplorasi. Bangunan benteng ini berdenah persegi panjang dimana setiap sudutnya terdapat bastion atau ruang jaga yang dikelilingi tembok setinggi tiga meter dan parit untuk menghalangi atau mempersulit musuh yang akan masuk atau menyerang.
Sedangkan di dalam benteng terdapat kamar penyimpanan senjata, rumah komandan, kantor administrasi dan gereja yang semuanya tinggal reruntuhan dan fondasinya saja. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































