Prajurit Howitzer 1 Marinir Juara Pertama Tamtama Teladan TNI AL

Jakarta, IDM - Prajurit Batalyon Howitzer 1 Marinir Kopda (Mar) Eko Wahyudi, dianugerahi sebagai Prajurit Tamtama Teladan TNI AL 2022, pada upacara peringatan HUT ke-77 di Jakarta, Senin (12/9).
Setelah melewati seleksi dari tingkat Batalyon, Resimen, Pasmar, dan Kormar serta tingkat pusat, akhirnya Eko menjadi menjadi salah satu prajurit pertama dalam seleksi tamtama teladan TNI AL 2022.
Dilansir dari keterangan Dispen Kormar, keberhasilan tersebut tak lepas dari peran serta Komandan Batalyon Howitzer 1 Marinir Letkol (Mar) Andi Nurmawan, dan seluruh prajurit yang selalu berdoa dan mendukung Eko dalam meraih prestasi menjadi tamtama teladan TNI AL 2022.
Pemberian anugerah tersebut sebagai tindak lanjuti perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, yaitu membangun sumber daya manusia yang unggul dan profesional serta tangguh menghadapi segala ancaman.
Pemberian penghargaan dan penyematan Prajurit Tamtama Teladan TNI AL 2022 diberikan langsung oleh Yudo kepada Eko Wahyudi di sela upacara peringatan HUT ke-77 TNI AL 2022 yang disaksikan prajurit TNI AL dan PNS yang melaksanakan upacara. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































