Prajurit Dislambair Kuasai Teknik Angkat Benda Laut Pakai Kantong Khusus

Jakarta, IDM – Mengangkat benda berat dari dasar laut bukan sekadar soal kekuatan, tetapi juga teknik dan keselamatan. Dibutuhkan keterampilan khusus agar operasi berjalan aman, cepat, dan tepat. Inilah yang kini ditempa para prajurit Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada II dalam latihan di Surabaya, Sabtu (20/9).
Latihan penyelamatan bawah air yang dipimpin langsung oleh Kepala Dislambair Koarmada II Kolonel Laut (T) Sigit Tatag ini berlangsung di Markas Komando Dislambair dan Kom Base-In Surabaya, selama 15–22 September.
Sigit menekankan kemampuan menguasai teknik mengangkat benda bawah laut menggunakan kantong khusus (lifting bag) merupakan keterampilan vital bagi prajurit penyelam.
“Penggunaan kantong angkat adalah salah satu metode utama dalam operasi penyelamatan bawah air,” ujar Sigit, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Minggu (21/9).
Materi yang diberikan mencakup teori hingga praktik, mulai dari tabel penyelaman, kesehatan penyelaman, pengenalan peralatan, bongkar pasang flendes, metode pemasangan kantong angkat, teknik pengikatan, prosedur keselamatan, hingga pengangkatan objek di dasar laut.
Tak hanya fokus pada aspek teknis, prajurit juga dibekali pembinaan jasmani berupa lari dan renang.
Baca Juga: TNI Fair 2025: Alutsista Marinir Jadi Magnet Pengunjung di Monas
“Fisik yang prima adalah syarat utama dalam setiap penyelaman. Dengan kebugaran yang terjaga, prajurit akan lebih siap menghadapi tantangan di bawah laut,” tambah Sigit.
Ia menegaskan, latihan ini merupakan komitmen Koarmada II dalam membentuk prajurit penyelam yang profesional, tangguh, dan siap melaksanakan setiap operasi penyelamatan bawah air yang diamanatkan TNI AL maupun negara
“Latihan ini bertujuan memastikan setiap prajurit benar-benar menguasai teknik tersebut, sehingga mampu mengangkat benda dari dasar laut secara aman, cepat, dan tepat,” tandasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































