Prajurit Dislambair Asah Kemampuan Khusus Underwater Cutting and Welding

Jakarta, IDM - Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada II melaksanakan latihan Underwater Cutting dan Welding di Ponton Lumba-lumba Koarmada II, Surabaya, Rabu (24/5).
Latihan yang berlangsung selama tujuh hari, yakni dari 15-24 Mei tersebut dipimpin langsung oleh Kadislambair Kolonel Laut (T) Yudha Pia R.
Di medan tugas, Underwater Cutting dan Welding diaplikasikan untuk memindahkan objek di bawah air ataupun rintangan yang dapat mengganggu jalannya operasi.
Baca Juga: Tiga Pembekalan Pembinaan Teritorial di Perbatasan untuk Prajurit Yonif 3 Marinir
Oleh karena itu, kata Yudha, kemampuan tersebut harus senantiasa dipelihara dan ditingkatkan. "Sehingga selalu siap sedia di dalam melaksanakan tugas yang dibutuhkan sewaktu-waktu," katanya dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II.

Yudha pun menjelaskan, penyelam TNI AL mempunyai sejumlah tugas pokok, seperti Harbour Clearance, Deep Diving and Salvage, dan Quick Response Search an Rescue (SAR) Diver.
Mengenal Dislambair
Korps penyelam Dislambair merupakan organisasi tertua yang pembentukannya diperintahkan langsung oleh Presiden Soekarno, dan tidak terhitung operasi penyelamatan yang sudah pernah mereka lakukan.
Baca Juga: Kodim 0502 Jakarta Utara Raih Rekor MURI Bangun Museum Pertama dari Peti Kemas
Di masa awal dibentuknya pada 1952, korps penyelam ini menyandang nama Dinas Penyelamatan dan Pengangkatan (DPP). Posisinya ada di jajaran Skuadron Dinas Ranjau (Skadron 10). Kemudian pada 1961, DPP berganti nama menjadi Komando Penyelamatan Bawah Bawah Air (KPBA) yang berada di bawah Komando Daerah Maritim IV (Kodam 4).
Lima tahun kemudian, pada 12 Juli 1966, KPBA diubah menjadi Komando Utama Penyelamatan Bawah Air (Kopebal), salah satu tugasnya adalah membina Pasukan Katak (Paska). Baru pada 1 Agustus 1998 Kopebal berganti nama menjadi Dislambair TNI AL. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































