HANKAM

Prajurit dan Masyarakat Saling Tembak Menembak di Belantara Hutan Karawang

Prajurit dan Masyarakat Saling Tembak Menembak di Belantara Hutan Karawang
Pen Kodim 0604 Karawang

Karawang - Perang semesta yang digagas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akhirnya diaplikasikan dalam bentuk latihan, untuk melihat bagaimana keseruan tersebut. Berikut ini ulasannya.

Latihan itu digelar di hutan belantara wilayah selatan Kabupaten Karawang, persis seperti di film prajurit bersama masyarakat adu tembak saling mempertahankan teritorial.

Dalam upaya menjaga keutuhan NKRI serta menjaga perdamaian dan kondusifitas, Kodim 0604 Karawang melakukan latihan gabungan bersama seluruh komponen masyarakat.

Latihan Intelijen Teritorial dan Tempur Terintegrasi Kodim 0604 Karawang TA 2022, tersebut digelar pada Sabtu, (27/8) hingga Senin (29/8) di Desa Cintawargi, Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat.

Latihan gabungan tersebut terintegrasi antara intelijen, teritorial, dan pertempuran. Latihan gabungan yang pertama kali ini merupakan latihan pertama yang digelar di seluruh Indonesia.

Selain dari TNI AD sebagai komponen utama juga serta komponen cadangan dan komponen pendukung yang terdiri dari rakyat terlatih, dan Anggota Polri, Damkar, BPBD, Dinsos, Dinkes, dan Ormas juga ikut serta dalam latihan ini.

Dandim 0604Karawang, Letkol Kav Makhdum Habiburrahman mengatakan, latihan ini sangat bervariasi karena memang sejatinya pada saat nanti perang, kita melaksanakan perang semesta.

"Perang semesta ini dimana perlawanan wilayah atau perlawanan dengan melaksanakan dan tujuan kegiatan yang pertama adalah mengenalkan bahwa tugas pokok TNI ini ya, seperti ini," ujar Dandim dalam pernyataan resmi, Selasa (30/8).

Latihan digelar seperti halnya di film-film, ketika cara diplomasi gagal dilakukan, pasti akan terjadi perang.

"Perang itu bisa terjadi di laut, udara dan darat, maka dari itu kita bersama rakyat harus siap sedia dalam situasi tersebut," kata dia.

Kendati demikian, latihan intelijen dan teritorial itu hanya melibatkan internal anggota TNI saja.

"Namun untuk latihan tempur tetap dilakukan bersama-sama dengan rekan-rekan yang lain," ungkapnya.

Dengan latihan ini, Dandim berharap, kedepan prajurit dan masyarakat kita bisa tetap bekerja sama dalam segala gal.

"Karena kita tidak tahu situasi ke depan seperti apa, contohnya perang Rusia dan Ukraina, itu juga tidak direncanakan, dan kita juga harus siap minimal setelah kita bertemu disini dalam latihan ada gambaran jika sewaktu-waktu kita harus siap apabila Ibu Pertiwi memanggil," papar Dandim.

Dandim menuturkan, sejatinya semua warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara dalam situasi tertentu.

"Kami ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan yang telah hadir dan bersedia mengikuti latihan gabungan ini, kita harus tetap bersatu dalam menjaga keutuhan NKRI," pungkasnya. (Irv)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.