Prajurit 305/Tengkorak Gelar Latma Malindo dengan RAMD Malaysia

Jakarta, IDM – Yonif 305/Tengkorak Kostrad menggelar latihan bersama Malindo dengan prajurit 18 RAMD (PARA) militer Malaysia. Pembukaan latihan dilaksanakan di Terengganu Malaysia, Senin, (2/9) kemarin.

Total sebanyak 100 prajurit mengikuti latma ini terdiri dari 25 pasukan Tengkorak dipimpin Letkol Inf Danu Prasetyo dan 75 Pasukan 18 RAMD (PARA) dipimpin oleh Mej Mohd Shahril Bin Usof.
Baca Juga: Kodam Cendrawasih Ciptakan Inovasi Alat Bidik Malam Hari dan Peredam Suara Senapan
"Latihan dimulai dengan kegiatan pembukaan latihan, kemudian melaksanakan pengenalan BN PARA, dilanjutkan kegiatan Country visit (Orientasi) di sekitar satuan," tulis keterangan Penkostrad dikutip Rabu, (4/9).

Dalam kesempatan ini pula Kol Mohd Azral Bin Manan selaku Pemangku Panglima 10 BRIGED (PARA) menyampaikan tujuan dari latihan untuk mempererat hubungan kedua negara dalam mempertahankan kedaulatan wilayah di asia tenggara apabila suatu saat nanti diperlukan.
Baca Juga: KTT Indonesia-Afrika, 742 Prajurit TNI AL dan 3 KRI Jaga Perairan Bali
"Jadi bahaya itu nyata, takut adalah pilihan,” tutup Kolonel Mohd Azral Bin Manan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































