Prabowo Terima Kunjungan A.M. Hendropriyono di Kementerian Pertahanan

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menerima kunjungan silaturahmi Jenderal TNI (Purn.) A. M. Hendropriyono di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Selasa (5/12/2023).
Prabowo nampak mengenakan setelan krem, menyambut Hendropriyono dengan memberi hormat sebelum masuk ke ruang Kemhan. Didampingi oleh Asisten Khusus Menhan Bidang Manajemen Pertahanan Letjen TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin.
Baca Juga: Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Sertijab 3 Jabatan Strategis di Kostrad
Prabowo dan Hendropriyono melanjutkan perbincangan akrab di dalam ruang kerja tersebut.

“Pertemuan antara senior dan junior di masa (keduanya) menjadi prajurit TNI AD itu berlangsung akrab, dan keduanya berdiskusi seputar perkembangan situasi saat ini, khususnya bidang pertahanan,” tulis Kemhan RI dalam unggahan akun Instagram resmi @kemhanri.
Baca Juga: KSAL Berharap Kontrak Pembelian Kapal Selam Baru TNI AL Terealisasi 2024
Di akhir pertemuan, Prabowo juga mengantar langsung mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu ke dalam mobil.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































