Prabowo Tegaskan Urgensi Pembelian Mirage: Interim Solution untuk Pesawat TNI AU dan Tingkatkan Efek Deteren

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto kembali menegaskan urgensi pembelian pesawat tempur Mirage 2000-5 dari Qatar. Menurut Prabowo, setidaknya terdapat dua alasan yang mendasari.
Pertama, pembelian Mirage merupakan interim solution atas keberadaan pesawat-pesawat tempur TNI AU yang sudah sangat tua dan perlu refurbishment cukup besar.
“Pesawat-pesawat yang ada sudah tua dan perlu refurbishment yang membutuhkan waktu paling cepat 18 bulan,” ungkap Prabowo dalam konferensi pers usai menyaksikan penandatanganan framework kerja sama pendidikan antara Unhan RI dengan Kedubes Palestina di kantor Kemhan, Jakarta, Senin (19/6).
Baca Juga: Tekad Kodam Jaya Pelihara Sungai dan Situ
Sementara itu, pesawat tempur Dassault Rafale yang dipesan oleh Kemhan RI pun membutuhkan waktu yang cukup lama, di mana kloter pertama paling cepat tiba dalam kurun waktu 36 bulan atau 3 tahun.

Dengan kondisi geografis Indonesia yang begitu luas dan melihat periode waktu refurbishment serta pengiriman pesawat baru untuk TNI AU, menurut Prabowo Indonesia harus memiliki pesawat tempur yang siap beroperasional. “Kita harus beli pesawat-pesawat TNI AU yang bisa segera/secepatnya operasional,” tegasnya.
Adapun alasan kedua pembelian pesawat asal Qatar ini tidak terlepas dari efek deter (deterrence effect). “Kita punya deterrent yang lebih cepat dari 36 bulan dan alutsista ini (Mirage) relatif masih muda,” imbuh Prabowo.
Baca Juga: Satgas Pamtas RI-PNG Gagalkan 20 Paket Ganja Dibungkus dalam Ban
Pembelian alutsista ini juga diakui Menhan Prabowo telah disertai dengan sejumlah riset, di mana Indonesia mengirim para ahli untuk memeriksa usia pakai pesawat tempur. “Para ahli kita kirim, kita periksa rata-rata usia pakainya masih di atas 10–15 tahun, karena rata-rata usia pesawat itu adalah 30 tahun,” jelasnya.
Selain itu, jam terbang pesawat-pesawat tempur Mirage 2000-5 disebut Prabowo masih sangat muda lantaran luas wilayah Qatar yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan Indonesia.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































