Prabowo Subianto: Mahasiswa Harus Optimis dan Terus Berjuang

Toraja, IDM - Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI Purn. Prabowo Subianto mengunjungi Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Senin, (18/10) kemarin. Prabowo memberikan kuliah umum Kebangsaan kepada civitas Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja.
Di hadapan Mahasiswa UKI Toraja Menhan meminta untuk tetap optimis dan terus berjuang untuk kemajuan Indonesia.
"Kita harus optimis dan berjuang ke depan seakan kita hidup seribu tahun lagi. Semangat saya seperti anak-anak muda di depan saya. Saya masih siap. Saya masih siap menjadi komandan batalyon. Saya masih siap," ujar Prabowo.
Menurut Menhan jika seluruh masyarakat Indonesia bersatu dan kuat tentu akan mencapai pintu kesejahteraan, perdamaian dan kemakmuran. Jangan mau diadu domba dan dipecah-belah.
"Jika Indonesia tidak mau menderita dan menjaga kekayaannya, maka Indonesia harus kuat," tegas Prabowo.
Menhan juga mengajak civitas akademika UKI Toraja ikut serta dalam program Komponen Cadangan (Komcad) yang akan digelar kembali tahun depan. (Ricardo Ronald)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































