Prabowo Kunjungi 450 Siswa SMA Taruna Nusantara yang Ikuti Pendidikan Bela Negara

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengunjungi 450 siswa SMA Taruna Nusantara yang tengah menjalani pendidikan di Depo Pendidikan (Dodik) Bela Negara Rindam IV/Diponegoro, Kamis, (29/8).
Menurut Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV/Diponegoro, Letkol Andy Soelistyo kedatangan Prabowo untuk memberikan motivasi sekaligus penyemangat bagi para siswa maupun para Gapendik dan staf Dodik Bela Negara dalam melaksanakan proses pendidikan.
Baca Juga: Latgabma Keris Woomera 2024, Australia Siapkan Kapal Induk Helikopter
"Didampingi sejumlah pejabat utama Menteri Pertahanan RI, pada kunjungannya Menhan juga mengecek secara langsung beberapa sarana dan prasarana pendukung pendidikan yang sebelumnya telah direnovasi," ujar Andy seperti dikutip keterangannya Jumat, (30/8).
Ia pun berharap dengan didukung fasilitas yang memadai, kiranya para siswa maupun Gapendik dapat lebih semangat dan nyaman dalam proses belajar mengajar.
Baca Juga: Marinir Indonesia-AS dan Singapura Manuver Pendaratan dan Lintas Helikopter
"Dimana dengan adanya dukungan tersebut dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas," katanya. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































