Prabowo Hadiri The IISS Manama Dialogue: 17th Regional Security Summit

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Prabowo Subianto akan menghadiri The IISS Manama Dialogue: 17th Regional Security Summit pada 19-21 November 2021 di Bahrain.
Menhan bersama rombongan bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Rabu, (17/11). Dialog tahunan ini merupakan wadah bagi para Menteri, Dewan Pakar, serta komunitas bisnis untuk berdiskusi tentang sektor keamanan di Timur Tengah.
Konferensi ini juga memberikan kesempatan kepada pembuat kebijakan dan para pemimpin dari Timur Tengah, Amerika Utara, Eropa, Afrika, dan Asia untuk menemukan jawaban atas masalah kebijakan yang paling mendesak di kawasan ini.
Selain itu, dialog juga memberikan kesempatan untuk diskusi bilateral dan multilateral yang secara teratur membentuk hasil diplomasi pertahanan dan keamanan regional. Turut mendampingi Menhan Prabowo, Anggota Komisi I DPR RI Sugiono, Kabaranahan Kemhan Marsda TNI Yusuf Jauhari, M.Eng., Karo TU dan Protokol Brigjen TNI Rui F.G.P Duarte. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































