Prabowo di Puspenerbad : Harus Kita Pastikan Alutsista TNI Berteknologi Canggih

Semarang, IDM – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Skadron 11/Serbu Puspenerbad Semarang, Rabu (27/10), dalam rangka penyerahan Heli Bell 412 EP HA-5179 dan HA-5185.
Dalam sambutannya, Menhan menyebut bahwa kekuatan militer merupakan kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi dan diprioritaskan oleh sebuah negara, termasuk Indonesia. Kekuatan militer yang kuat dapat menjadi ujung tombak negara dalam menjaga kedaulatan negara, salah satunya yaitu matra darat.
“Matra darat Indonesia memiliki tugas utama di bidang pertahan di antaranya melaksanakan tugas TNI dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan darat dengan negara lain, melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra darat serta melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat,” ungkap Menhan Prabowo.
Oleh karena itu, Menhan menegaskan bahwa penguatan kemampuan matra darat baik dari segi penambahan Alutsista maupun sumber daya manusia mutlak untuk dilakukan, sehingga diharapkan hal tersebut dapat memenuhi jumlah proporsional pemenuhan Alutsista yang dibutuhkan.
“Alutsista TNI harus kita pastikan benar-benar memiliki teknologi yang tinggi. Hal ini merupakan konsekuensi akan tingginya dinamika perkembangan lingkungan strategis. Perlu diingat, memiliki Alutsista TNI yang tangguh dan personel TNI yang andal adalah modal utama dalam menjaga kedaulatan bangsa,” ujar Menhan Prabowo.
Wujudkan Zero Accident
Menhan Prabowo menegaskan, selain berupaya dalam pemenuhan kebutuhan Alutsita, dirinya mengimbau agar secara optimal memerhatikan pemeliharaan Alutsista dalam rangka meningkatkan kesiapan operasional TNI dan mewujudkan zero accident.
“Kementerian Pertahanan terus berkomitmen serius dalam mendukung perawatan Alutsista TNI. Hal ini diwujudkan dalam terus memaksimalkan penggunaan anggaran pertahanan untuk pengadaan dan perawatan Alutsista TNI,” terang Menhan Prabowo. Oleh karena itu, Menhan Prabowo mengingatkan untuk merawat Alutsista dengan baik dan digunakan secara efisien.
Turut mendampingi Menhan, Kabaranahan Marsda TNI Jusuf Jauhari, Anggota Komisi I DPR Sugiono, Stafsus Menhan Bidang Perencanaan Pertahanan Meireza Endipat Wijaya, Kepala Biro TU dan Protokol Brigjen TNI Rui Duarte. (NHN)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.








































































