Prabowo dan Anwar Ibrahim Diskusi Satu Meja, Bahas Hubungan Bilateral, Regional

Malaysia, IDM - Usai menghadiri Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA '23) dan menyaksikan penandatanganan MoU antara industri pertahanan Indonesia dan Malaysia, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di hotel The Dhanna, Malaysia, Selasa (23/5) malam.
Datang dengan setelan batik, Prabowo disambut hangat oleh Anwar. Kedua sahabat tersebut berdiskusi mengenai berbagai hal.
Baca Juga: Kodiklatal Latih Penyelam TNI AL Jadi Instruktur Selam Profesional
"Kami menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk membahas isu-isu yang menjadi kepentingan bersama termasuk hubungan bilateral dan regional," tulis Anwar Ibrahim dalam akun Facebook resminya.

Kedua tokoh tersebut diketahui telah menjalin hubungan persahabatan sejak lama. Sebelum Anwar menjabat sebagai PM Malaysia, Prabowo sempat mengunjungi kediaman pribadinya di Kuala Lumpur pada Oktober 2021.
Baca Juga: Danrem 181/PVT: 13 Anggota KNPB Wilayah Maybrat Serahkan Diri ke Pangkuan NKRI
Saat itu, Anwar Ibrahim mendoakan kesuksesan Prabowo dalam mengemban tugasnya sebagai Menteri Pertahanan RI serta dalam membela kepentingan rakyat Indonesia.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































