Prabowo Apresiasi Prajurit TNI Merawat Tradisi Militer Berkuda

Jakarta, IDM – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi dedikasi para prajurit TNI dalam merawat tradisi militer berkuda. Hal ini diungkapkannya saat mengunjungi Resimen Kavaleri Berkuda Ronggolawe di Pulomas, Jakarta, Senin (2/6).
Baca Juga: Kapal Perang Rusia Muncul Tiba-tiba di perairan Indonesia Bawa Terpedo
Dilansir keterangan Kantor Komunikasi Kepresidenan, Selasa (3/6) dalam kunjungan ini, Prabowo meninjau langsung para prajurit yang bertugas, serta memastikan kualitas dan daya tahan kuda peliharaan yang menjadi bagian dari kekuatan kavaleri TNI.
Prabowo juga menyempatkan diri berdialog dengan para pelatih dan personel resimen, serta meninjau fasilitas pemeliharaan dan pelatihan berkuda.
Baca Juga: Ratusan Personel Yonko 467 Kopasgat Tingkatkan Kesiapan Operasi dalam Latihan Hardha Dedali Gesit
"Presiden turut mengapresiasi dedikasi para prajurit dalam merawat tradisi militer berkuda, dan mendukung pengembangan prestasi olahraga pacuan kuda, baik di tingkat nasional maupun internasional," bunyi keterangan Kantor Komunikasi Kepresidenan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































