Potret Prajurit Yonif 754/ENK Kostrad Pamer Bela Diri Taktis di Papua

Jakarta, IDM - Yonif 754/ENK gelar lomba BDT variasi antar kompi bertempat di Lapangan Mayonif 754/ENK. Lomba ini merupakan lomba dengan kategori lomba oramil yang diikuti oleh Satuan Setingkat Pleton (SST) yang berjumlah 30 orang.
Baca Juga: Mantan Ajudan Jokowi, Laksdya Hersan Resmi Jabat Pangkoarmada III
Perlombaan ini digelar untuk menunjukkan kemampuan Bela Diri Taktis yang selama ini telah diajarkan kepada para Petarung Raja. Masing-masing kompi ditunjuk untuk menyiapkan 30 orang prajurit terbaiknya untuk mengikuti perlombaan kali ini. Tidak hanya beladiri taktis, atraksi-atraksi lainnya pun seperti callestenic, pemecahan, fighter dan lainnya pun turut dihadirkan dalam rangkaian kegiatan BDT ini.

Danyonif 754 Kostrad, Mayor Inf Cecep Cahyadi mengatakan sangat bangga atas terlaksananya kegiatan perlombaan ini.
Baca Juga: TNI AD Juara Umum di Lomba Tembak ASEAN Armies Rifle Meet
“Terima kasih kepada seluruh peserta dan penyelenggara karena kegiatan ini sudah berjalan dengan baik. Semangat dan kreatifitas kalian sudah terpancar selama kegiatan berlangsung," ujar Danyonif 754/ENK. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































