Potret Prajurit Infanteri Pamer Body di Kejurprov Benuanta Muscle Fighter

Jakarta, IDM - Tiga personel dari Yonif 621/Manuntung pamer body dalam ajang kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kaltara 2 Benuanta Muscle Fighter yang digelar di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (4/12) kemarin.
Dalam keterangan resminya diterima Selasa, (6/12) Danyonif 621/Manuntung, Letkol Inf Deny Ahdiani Amir mengatakan bahwa pihaknya mengirimkan tiga personel untuk terjun dilomba tersebut.

"Hasilnya Kopral Dua Dedy Khaeruddin meraih juara pertama pada Kelas Junior Men’s Fitness dan Pratu Kristian Imanuel Bonyadone menempati peringkat kelima di kelas yang sama. Ada tiga kelas yang diikuti yaitu Junior Men’s Fitness, Kelas Men’s Fitness, dan Kelas Men’s Sport Physique," kata Deny.
Sementara itu, Ketua PBFI Nunukan, Syarifin, menyampaikan bahwa Kejurprov Kaltara 2 ini menjadi pemanasan bagi atlet Nunukan dalam menghadapi event Porprov Kaltara yang akan digelar 17 Desember mendatang di Tanjung Selor.
Baca: KSAD Berangkatkan 10 Truk Bansos Lanjutan TNI AD ke Cianjur
“Semoga di event-event selanjutnya para atlet Nunukan dapat menorehkan prestasi,” tutupnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































