Politeknik TNI AD Konsisten Kembangkan Teknologi Propelant dan Sistem Propulsi Roket

Jakarta, IDM – Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) konsisten mengembangkan teknologi propelant dan sistem propulsi roket.
Dikutip dari Instagram @poltekad_official, Jumat, (10/1) bukti kekonsistenan tersebut yaitu dengan penelitian dan pengembangan Litbang khususnya Prototipe Roket Latih Astros kaliber 70 mm (Tahap III).
Baca Juga: Dandim Yahukimo Hadiri Sosialisasi Pemilihan DPRK
Disebutkan bahwa penelitian dan pengembangan tentang propellant dan sistem propulsi roket yang dilakukan oleh poltekad selaras dengan dengan pada postur TNI AD 2025-2029, Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) serta Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).

Baca Juga: Dandim Yahukimo Hadiri Sosialisasi Pemilihan DPRK

"Dimana ada beberapa program prioritas nasional dalam rangka pengembangan teknologi pendukung pertahanan serta teknologi pendukung daya gerak dan daya tempur. Hingga saat ini ada beberapa inovasi dan riset yang sudah dikembangkan oleh Poltekad, diantaranya prototipe Roket Latih Astros berbagai tipe dan Multiple Launcer Rocket System (MLRS)," tulis Poltekad. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































