Politeknik Angkatan Darat Raih Emas di Ajang National Science and Invention Fair 2026

Jakarta, IDM – Enam mahasiswa Program Studi Teknik Rekayasa Senjata Militer (Terasenmil) Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) berhasil mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional.
Dilansir dari keterangan Penpoltekad, Sabtu (10/10), para mahasiswa ini meraih medali emas dalam ajang National Science and Invention Fair 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI).
Baca Juga: Karya Bakti 2026, TNI Bangun Jalan Sepanjang 18 Kilometer di Pandeglang
Kompetisi yang berlangsung secara daring ini menjadi wadah pembuktian kualitas inovasi sains dan teknologi yang dikembangkan oleh para prajurit mahasiswa.
"Keberhasilan meraih Medali Emas ini menegaskan komitmen Poltekad dalam mendukung pengembangan riset serta teknologi pertahanan yang berdaya saing tinggi. Melalui bimbingan para pengajar dan dedikasi yang solid dari para mahasiswa, pencapaian ini diharapkan dapat terus memotivasi seluruh civitas akademika Poltekad untuk berinovasi dan berkontribusi nyata bagi kemajuan alutsista serta ilmu pengetahuan di Indonesia," tulis keterangan Poltekad.
Baca Juga: Menhan Tinjau Markas Yonif Teritorial Pembangunan di Wilayah Perbatasan Indonesia
Sebagai wadah inovasi prajurit TNI AD, Poltekad telah banyak mengukir prestasi di bidang karya cipta. Tercatat Poltekad pernah meraih Juara II Tingkat Kemhan untuk Drone Burung (2024), Juara II Tingkat TNI AD untuk Drone Bomber (2023), Juara I Tingkat TNI AD untuk Robot Tank Laser, Juara III Tingkat TNI AD untuk Autonomous Robot Tank, serta Juara II Karya Cipta Teknologi (KCT) Tingkat TNI AD terkait pemanfaatan limbah tongkol jagung sebagai propelan padat komposit.
Tak hanya di tingkat nasional, prestasi internasional juga diraih oleh mahasiswa Poltekad, yaitu medali emas serta Best Booth dalam ajang Youth International Science Fair (YISF). Untuk inovasi teknologi militer, Poltekad aktif meriset dan menghasilkan prototipe alat pertahanan, seperti roket latih Astros kaliber 70 mm, Multiple Launch Rocket System (MLRS), serta revitalisasi laras mortir kaliber 81 mm.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































