Polisi Beri Hadiah Kejutan untuk 6 Markas Komando di HUT ke-80 TNI

Jakarta, IDM – Kepolisian dari Polres Banggai memberikan hadiah kejutan untuk enam Markas Komando di momen HUT ke-80 TNI.
"Bertepatan dengan momen HUT Ke-80 TNI, kami memberikan kejutan dengan membawa nasi tumpeng dan kue ulang tahun di 6 lokasi berbeda,” kata Kapolres Banggai AKBP Putu Hendra Binangkari dikutip laman tribratanews.sulteng.polri.go.id, Senin (6/10).
Baca Juga: Tiba November 2025, Dua Pesawat Baru T-50i Bakal Perkuat Skadron Udara 15
Ia menjelaskan lokasi pertama yang diberikan hadiah kejutan adalah di Koramil Bunta pada tanggal 5 Oktober. Selanjutnya di Koramil Pagimana, Koramil Lamala, Koramil Balantak, Koramil Toili, dan Koramil Kintom yang dipimpin oleh masing-masing Kapolsek jajaran bersama personil.
Putu menerangkan bahwa TNI-Polri itu solid dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan seperti gangguan kamtibmas, bencana alam dan situasi politik Pilkada serentak.
Baca Juga: Tampil Memukau, KSAU Apresiasi Tim Demo Udara HUT ke-80 TNI
“Kami keluarga besar Polres Banggai, tentunya bangga dan ikut merasakan suka cita pada HUT TNI ke-80 ini. TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju,” terangnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































