PM Malaysia Unjuk Keahlian Menembak Dengan Senjata SS2-V2 Buatan Pindad

Bandung, IDM – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Prabowo Subianto menemani Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob beserta jajarannya untuk melihat dan mememperkenalkan bermacam produksi andalan dari PT Pindad seperti senjata dan amunisi, kendaraan-kendaraan khusus, serta produk-produk industrial.
Perdana Menteri Malaysia sempat mempertontonkan keahliannya dalam menggunakan senjata SS2-V2 A1 buatan PT Pindad dihadapan Menhan Prabowo. PT Pindad adalah perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial di Indonesia. PT Pindad merupakan Badan Usaha Milik Negara sejak 29 April 1983 dan masuk dalam cluster industri pertahanan.
Turut hadir mendampingi Menhan Prabowo saat penjemputan Menhan Malaysia, Pangdam Siliwangi Mayor Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kabaranahan Marsda TNI Yusuf Jauhari, Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose, Karo TU dan Protokol Brigjen TNI Rui Duarte, Komandan Panglan Udara (Danlanud) Husein Sastranegara Kolonel Pnb I Gusti Putu Setia D, Ketua DPRD Prov Jawa Barat Brigjen TNI (Purn) Taufik Hidayat, SH., MH. (nhn)
Hankam

TNI AL Sikat Penyelundupan Rp26 Miliar: 36 Ton Konsentrat Emas dan Kayu Ilegal Digagalkan
TNI Angkatan Laut mengamankan 36 ton konsentrat emas tanpa dokumen sah dan 23 kontainer kayu merbau ilegal dengan total nilai barang bukti mencapai Rp26,4 miliar dalam operasi di Jawa Timur.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































