HANKAM

PM Anutin: Thailand Siap Kirim 36 Kendaraan Tempur Amfibi ke Marinir TNI

Prabowo Subianto dan Anutin Charnvirakul
Perdana Menteri Kerajaan Thailand, Anutin Charnvirakul, siap pasok 36 Amphibious Wheeled Armoured Vehicle (AWAV) untuk TNI AL. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Kerja sama pertahanan Indonesia dan Thailand memasuki babak baru. Perdana Menteri Kerajaan Thailand, Anutin Charnvirakul, menawarkan perluasan kemitraan strategis di sektor industri pertahanan dengan kesiapan negaranya memasok 36 Amphibious Wheeled Armoured Vehicle (AWAV) untuk memperkuat Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Tawaran tersebut disampaikan Anutin dalam pertemuan bilateral dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurutnya, langkah tersebut jadi bukti keseriusan Thailand dalam membangun industri pertahanan kawasan yang semakin mandiri sekaligus mempererat hubungan militer kedua negara.

Baca Juga: Singgah di Yokosuka, KRI GNR-332 Rangkul Pejabat Jepang hingga Militer AS

"Saya mengusulkan agar kita memperluas kerja sama di bidang industri pertahanan dan Thailand siap memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi atau AWAV untuk Korps Marinir Indonesia. Model ini saat ini aktif digunakan oleh Korps Marinir Kerajaan Thailand dan saya sangat berterima kasih karena Anda memberi kami kesempatan agar produk kami dapat digunakan di negara Anda," kata Anutin.

AWAV merupakan kendaraan tempur amfibi berlapis baja yang dirancang untuk mendukung operasi pendaratan amfibi, mobilitas pasukan, hingga misi tempur di wilayah pesisir.

Apabila terealisasi, pengadaan kendaraan tempur amfibi akan menjadi salah satu kerja sama industri pertahanan terbesar antara Indonesia dan Thailand dalam beberapa tahun terakhir.

Tak hanya menawarkan kendaraan tempur, Thailand juga mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam Thailand Defence and Security Exhibition yang akan digelar pada November tahun depan.

Ajang ini diadakan guna memperluas kolaborasi industri pertahanan, transfer teknologi, hingga mempertemukan pelaku industri militer dari berbagai negara.

Baca Juga: Hadapi Perundingan Perbatasan Laut, Kemlu Andalkan Data Pushidrosal

Di sektor keamanan, Anutin menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi kedua negara menghadapi ancaman kejahatan lintas negara yang semakin kompleks. Ia memastikan Dewan Keamanan Nasional Thailand akan menghadiri Dialog Keamanan Indonesia-Thailand yang ketiga pada bulan depan.

Menurutnya, kerja sama keamanan tidak lagi hanya berfokus pada isu pertahanan konvensional, tetapi juga harus menyasar berbagai bentuk kejahatan transnasional seperti penipuan daring, perdagangan manusia, hingga penyelundupan narkotika.

"Kedua negara kita harus meningkatkan kerja sama untuk memerangi kejahatan transnasional, khususnya penipuan online, perdagangan manusia, dan narkoba," ujarnya.

Anutin mengungkapkan m sejak tahun lalu pemerintah Thailand telah membantu memulangkan lebih dari 1.000 warga negara Indonesia yang menjadi korban jaringan pusat penipuan daring di kawasan perbatasan Thailand.

Keberhasilan tersebut, kata Anutin, menunjukkan kolaborasi kedua negara telah berjalan efektif dan perlu ditingkatkan melalui penguatan kerja sama penegakan hukum, pertukaran intelijen, serta peningkatan kapasitas aparat keamanan.

Baca Juga: Tiga Batalion Alih Kodal, Kini Dibawah Kostrad

"Saya mengusulkan agar kita memperdalam kerja sama dalam penegakan hukum, intelijen, dan peningkatan kapasitas untuk menghadapi ancaman ini," tegasnya.

Selain itu, Thailand juga mengajak Indonesia menjadi motor penggerak kerja sama ASEAN dalam menghadapi maraknya sindikat penipuan daring yang kini berkembang lintas batas negara.

Bangkok juga menyatakan kesiapan meningkatkan kerja sama dengan Jakarta dalam memberantas perdagangan satwa liar ilegal yang menjadi salah satu ancaman terhadap keamanan kawasan dan kelestarian lingkungan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.