Pimpin Upacara HUT ke-80 TNI, Presiden Prabowo ke Prajurit: Terima Kasih Pengabdianmu

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung upacara HUT ke-80 TNI di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (5/10).
Prabowo turut melakukan pemeriksaan pasukan TNI dengan menaiki mobil Maung.
Prabowo didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan komandan upacara Letjen Bambang Trisnohadi.
Baca Juga: Pesawat Produksi Industri Pertahanan Dalam Negeri Meriahkan Demo Udara HUT ke-80 TNI
Lalu, terlihat Wakil Panglima Jenderal Tandyo Budi, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Tonny Harjono mengikuti dengan Maung yang berbeda.
Para perwira tinggi aktif militer tersebut kompak mengenakan seragam PDL baru TNI.
Baca Juga: TNI Gelar Hiburan Rakyat dalam Rangka HUT ke-80
Prabowo pun menyapa para prajurit sembari memberi gestur hormat. Kepala Negara juga mengucapkan berterima kasih kepada para pasukan TNI yang bersedia mengabdi untuk negara.
"Terima kasih pengabdianmu. Terima kasih semuanya," ucap Prabowo dari atas Maung. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































