HANKAM

Pilot AMA Gugur, TNI: Korban Sedang Jalankan Tugas Mulia

Papua
TNI jamin akan terus menjaga situasi keamanan Papua agar aktivitas masyarakat tak terganggu. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, IDM – Pilot pesawat PT Asian Mission Aviation (AMA), Nicholas F. Goselin alias Mark, gugur dalam insiden penembakan dan pembakaran pesawat PK-RCY di Lapangan Terbang Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi dunia penerbangan perintis dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan masyarakat di pedalaman Papua.

Bagi TNI, peristiwa tersebut bukan sekadar insiden keamanan, melainkan kehilangan seorang insan yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan untuk melayani masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pilot AMA yang selama ini mengabdikan diri melalui layanan penerbangan perintis bagi masyarakat Papua.

Baca Juga: KSAU Tegaskan Pembangunan Kekuatan TNI AU Harus Diimbangi Kesiapan SDM

"Saya turut berduka cita atas meninggalnya almarhum yang sedang menjalankan tugas mulia memberikan pelayanan transportasi kepada masyarakat di Balinggama," ujar Letjen TNI Lucky Avianto.

Menurut Lucky, TNI segera mengerahkan kemampuan yang dimiliki untuk melaksanakan operasi evakuasi setelah menerima informasi mengenai insiden tersebut.

Meski operasi telah direncanakan sejak Kamis (2/7), proses evakuasi baru dapat dilakukan pada Jumat pagi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah pegunungan Yahukimo.

Dengan memanfaatkan alutsista TNI, operasi evakuasi akhirnya berhasil membawa jenazah korban menuju Timika untuk mendapatkan penanganan awal sebelum diterbangkan ke Jayapura.

Baca Juga: Marinir TNI AL Jajal Taktik Kamuflase Gurun Bareng AS di Hawaii

Sementara itu, mewakili Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Haryantana menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban saat prosesi penyerahan dan ibadah pelepasan jenazah di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani.

Kasdam menuturkan keluarga besar Kodam XVII/Cenderawasih turut merasakan kehilangan atas wafatnya pilot yang selama ini berkontribusi besar dalam mendukung pelayanan masyarakat di wilayah pedalaman Papua.

"Atas nama pribadi, keluarga besar Kodam XVII/Cenderawasih, dan seluruh prajurit, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya pilot pesawat PT AMA dalam peristiwa ini. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi cobaan ini," ujar Haryantana.

Ia menegaskan insiden tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman kelompok bersenjata di Papua tidak hanya menyasar aparat keamanan, tetapi juga berpotensi mengganggu pelayanan publik dan misi kemanusiaan yang menjadi tumpuan masyarakat di daerah terpencil.

Apalagi penerbangan perintis memiliki peran strategis sebagai penghubung utama distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta kebutuhan sosial masyarakat di wilayah yang belum terjangkau transportasi darat.

Baca Juga: Groundbreaking Pabrik Munisi PT Pindad, Menhan: Langkah Strategis Perkuat Kemandirian Industri Pertahanan

Maka, sudah menjadi tugas TNI untuk menjaga stabilitas kawasan keamanan khususnya di jalur penerbangan sipil.

TNI menegaskan akan terus bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga situasi keamanan Papua agar aktivitas masyarakat, termasuk pelayanan kemanusiaan, dapat berlangsung dengan aman.
Di sisi lain, Administrator Apostolik Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius, mengatakan PT Asian Mission Aviation selama lebih dari enam dekade hadir di Papua semata-mata menjalankan pelayanan kemanusiaan.

Ia membantah berbagai informasi yang beredar di media sosial yang menyebut pesawat AMA membawa personel militer ataupun amunisi.

"Kami berkomitmen penuh pada misi kemanusiaan. Tidak pernah ada kepentingan politik ataupun militer dalam pelayanan AMA. Tuduhan bahwa pesawat kami membawa amunisi atau aparat keamanan tidak benar sama sekali," tegasnya.
Peristiwa ini menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Papua yang selama ini menggantungkan layanan penerbangan perintis sebagai urat nadi mobilitas di wilayah pedalaman.

Di tengah situasi keamanan yang masih dinamis, respons cepat TNI dalam mengevakuasi korban sekaligus memberikan penghormatan terakhir mencerminkan komitmen negara untuk melindungi setiap misi kemanusiaan serta menjaga stabilitas keamanan di Bumi Cenderawasih.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.