Pet Baru Tamtama TNI AL Selevel Pelaut Internasional

Jakarta, IDM - Prajurit Tamtama TNI AL kini memiliki Topi/Pet baru, yang merupakan kelengkapan seragam Pakaian Dinas Upacara (PDU) I. Topi/Pet baru Prajurit Tamtama tersebut langsung diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono pada peringatan Hari jadi ke-76 TNI AL beberapa waktu lalu.
Dalam keterangan tertulis Dispenal yang diterima IDM, Minggu (12/09/21) menyebutkan Perubahan tutup kepala Tamtama baru dari Dop ke Pet untuk makin menumbuhkan kebanggaan bagi segenap prajurit Tamtama, juga menegaskan kesetaraan mereka pada pelaut-pelaut dunia.
Pet Tamtama TNI AL memiliki ciri khas prajurit matra laut ini secara universal dipakai seluruh Angkatan Laut seluruh negara. Seragam PDU I ini digunakan dalam kegiatan hari-hari besar negara, TNI maupun TNI AL. Prajurit Tamtama TNI AL selain memiliki seragam PDU I dalam kegiatan melaksanakan tugas sehari-hari, juga memiliki seragam lain yakni, Pakaian Dinas Harian (PDH), Pakaian Dinas Lapangan (PDL) TNI dan PDL TNI AL untuk PDL tutup kepala menggunakan baret.
Peringatan Hari Jadi ke-76 TNI AL kali ini mengusung tema “Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe TNI Angkatan Laut Siap Mewujudkan Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh.” (wan/man)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































