Peserta Pembekalan Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Diberi Materi Manajerial di Akhir Sesi

Jakarta, IDM – Para peserta pembekalan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026 akan diberikan materi mengenai manajerial di akhir sesi pelatihan.
“Sekarang ini sudah menginjak minggu keempat. Nanti minggu keenam sudah mulai materi manajerial,” ujar Komandan Pusat Pendidikan Kesehatan Pusat Kesehatan TNI AD (Pusdikkes Puskesad) Kolonel (Ckm) dr Shohibul Hilmi di lokasi pembekalan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/6).
Hilmi mengatakan, materi manajerial akan diberikan pihak kementerian/lembaga terkait. “Misalnya terkait materi koperasi ya dari Kementerian Koperasi dan sebagainya,” kata dia.
Komandan Satuan Pendidikan Pusdikkes Puskesad Letkol (Ckm) Said Jauhari menambahkan, Kemenkop sudah survei lokasi untuk memberikan materi manajerial di Pusdikkes Puskesad.
“Untuk (kementerian/lembaga) yang lain, kami masih menunggu,” tutur Said Jauhari.
Dalam pelatihan yang sudah berjalan selama empat minggu, para peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), khususnya Pusdikkes Puskesad, diberikan latihan dasar seperti baris-berbaris, kedisiplinan, bela negara hingga materi di kelas.

Kemudian, untuk materi menembak ditiadakan karena bagian dari evaluasi Kementerian Pertahanan RI dan panitia seleksi nasional (panselnas) setelah lima peserta meninggal dunia.
Sebagai tindak lanjut evaluasi bersama, Kemhan bersama TNI melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial, bukan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) lagi.
“Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini,” ucap Rico dalam keterangan pers, Senin (29/6).
Selain itu, intensitas kegiatan fisik juga dikurangi dan disesuaikan dengan latar belakang peserta sebagai warga sipil.
“Fokus kegiatan diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih,” kata Rico.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































