Pesawat TNI AU Angkut 729 Ton Bantuan untuk Penanganan Gempa NTT dalam 15 Hari

Jakarta, IDM – Pesawat angkut TNI Angkatan Udara (TNI AU) terus mengudara membawa bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama 15 hari hingga Sabtu (29/8).
Sebanyak 729 ton bantuan telah diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju wilayah terdampak untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Berdasarkan siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) yang dikutip Senin (31/8), bantuan tersebut terdiri atas kebutuhan pokok dan berbagai perlengkapan untuk menunjang kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Dalam implementasinya, sejumlah pesawat angkut yang dikerahkan oleh TNI AU mencakup C-130 Hercules, C-130J Super Hercules, dan pesawat terbaru yakni A400M. Selain itu, helikopter juga dikerahkan oleh TNI AU untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang berada di wilayah dengan akses transportasi darat yang terbatas.
Baca Juga: Perkuat Operasi Bawah Air, TNI AL Kirim 12 Prajurit Penyelam Elite ke Korsel
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman menegaskan, misi kemanusiaan tersebut bukan sekadar mengirimkan bantuan, melainkan juga menjadi wujud kehadiran negara bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.
“Setiap bantuan yang kami berangkatkan bukan hanya membawa barang, tetapi juga membawa harapan. Kami ingin masyarakat NTT tahu bahwa mereka tidak sendiri. TNI AU akan terus berupaya mendukung penyaluran bantuan selama masih dibutuhkan,” ujar Ali.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































