HANKAM

Pesawat Rafale Tiba 2026, Empat Penerbang TNI AU Tuntaskan Pelatihan

penerbang tempur
Sebanyak empat penerbang tempur TNI AU Batch-A telah menyelesaikan pelatihan pengopersian Rafale di Skadron Transformasi Rafale, Pangkalan Udara 113 Saint-Dizier. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Dalam upaya menjamin kesiapan pengopersian Pesawat Tempur Rafale yang rencananya tiba pada awal 2026, empat penerbang tempur TNI AU yang tergabung dalam tim pilot Batch-A telah menyelesaikan pelatihan di Skadron Transformasi Rafale, Pangkalan Udara 113 Saint-Dizier pada beberapa waktu lalu.

Baca Juga: TNI AL Susun Rencana Operasi Komprehensif 2026, Fokus Dukung Kebijakan Pemerintah

Selama empat bulan pelatihan di Saint-Dizier, para penerbang menjalani bina terbang dan simulasi dengan materi air to air siang dan malam, air to ground, low level navigation, serta konversi backseater sebagai instruktur. Setiap penerbang juga telah melaksanakan dua kali penerbangan solo, masing-masing satu penerbangan siang dan satu penerbangan malam.

Usai menuntaskan pelatihan tersebut, para pilot akan melanjutkan pendidikan ke Paris untuk mengikuti kursus AASM Hammer yang diselenggarakan oleh Safran. Pendidikan selanjutnya dilanjutkan di Bordeaux melalui kelas teori sistem pesawat Rafale yang diselenggarakan oleh Dassault Aviation, sebelum memasuki tahap persiapan ferry flight.

Baca Juga: TNI AL Masuk Kraton Yogyakarta, Bina Karakter Prajurit Abdi Dalem

"Mulai Februari 2026 mendatang, para pilot Rafale TNI AU direncanakan melanjutkan aktivitas penerbangan di Indonesia. Para penerbang tersebut akan berperan sebagai instruktur dalam menyiapkan generasi penerbang Rafale berikutnya serta mendukung pengoperasian pesawat Rafale secara optimal, baik dalam aspek penerbangan maupun organisasi satuan," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma ‎I Nyoman Suadnyana melansir keterangan tertulis, Rabu (17/12). (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.