HANKAM

Pesawat Perintis Dibakar di Yahukimo, Kodam Cenderawasih: Pilot Asal AS Tewas, Penumpang Selamat

Kodam Cenderawasih
Kodam Cenderawasih membenarkan terjadinya insiden pembakaran pesawat perintis milik PT AMA di Papua Pegunungan. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, IDM – Kodam XVII/Cenderawasih membenarkan terjadinya insiden pembakaran pesawat perintis milik PT AMA dengan nomor registrasi PK-RCY di Lapangan Terbang Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Aparat masih mendalami kronologi kejadian, sementara laporan awal menyebut pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat meninggal dunia dan tujuh penumpang berhasil selamat.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan informasi awal diperoleh dari Manajer PT AMA yang melaporkan kejadian tersebut kepada PPK Perintis Kantor UPBU Kelas I Wamena.

Baca Juga: Intip Misi KRI Bima Suci, Kapal Latih Kebanggaan TNI AL yang Tiba di Manila

Menurutnya, pesawat yang melayani penerbangan perintis dari Bandara Wamena menuju Lapangan Terbang Balinggama diduga dibakar oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) setelah mendarat di lokasi.

"Informasi awal mengenai kejadian ini diperoleh dari Manajer PT AMA, Bapak Mario, yang melaporkan insiden tersebut kepada PPK Perintis Kantor UPBU Kelas I Wamena," kata Tri Purwanto.

Laporan sementara dari masyarakat setempat menyebut pilot Nicholas F. Goselin alias Mark, warga negara Amerika Serikat, meninggal dunia. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil penyelidikan aparat.

Baca Juga: Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih tak Lagi Diproyeksikan jadi Komcad

Sementara itu, tujuh penumpang yang seluruhnya merupakan Orang Asli Papua (OAP) dilaporkan selamat dan telah berada dalam kondisi aman.

Kapendam menegaskan hingga kini Kodam XVII/Cenderawasih bersama aparat terkait masih melakukan koordinasi intensif dengan operator penerbangan, pemerintah daerah, serta instansi terkait guna memastikan seluruh informasi yang berkembang telah melalui proses verifikasi.

"Kami masih melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terverifikasi. Perkembangan situasi di lapangan juga terus kami pantau," ujarnya.

Insiden ini menjadi perhatian serius karena penerbangan perintis merupakan tulang punggung mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman Papua.

Baca Juga: TNI Sahkan Doktrin Baru, “Perisai Trisula Nusantara”

Jalur udara tidak hanya menopang aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi akses utama pelayanan kesehatan, pendidikan, pemerintahan, hingga distribusi logistik.

Kapendam menyatakan peristiwa tersebut memperlihatkan tantangan keamanan yang masih dihadapi dalam menjaga konektivitas udara di wilayah pegunungan Papua.

Aparat keamanan diperkirakan akan meningkatkan pengamanan terhadap penerbangan perintis sambil menunggu hasil penyelidikan resmi mengenai pelaku maupun motif aksi tersebut.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.