HANKAM

Pesawat Hawk dan Casa Siap Kembali Beroperasi Usai Jalani Perawatan Intensif di Depohar 30

Sathar 32
Sathar 32, Depohar 30 berhasil menyelesaikan pemeliharaan instensif pesawat Hawk TL-0103 dan Casa A-2107. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Jakarta, IDM – Pesawat Hawk TL-0103 dan Casa A-2107 kembali siap beroperasi setelah menjalani perawatan intensif di Satuan Pemeliharaan (Sathar) 32, Depo Pemeliharaan (Depohar) 30.

Penerangan Koharmatau menjelaskan bahwa kedua pesawat tersebut telah melewati serangkaian perawatan menyeluruh, mulai dari perbaikan sistem hingga uji terbang yang dilaksanakan secara ketat dan terukur.

“Seluruh tahapan dilaksanakan sesuai standar pemeliharaan kelaikudaraan militer, sebagai bagian dari program strategis pemeliharaan untuk memastikan kesiapan operasional alutsista TNI AU dalam mendukung berbagai misi pertahanan udara nasional,” jelas Penerangan Koharmatau dikutip dari laman TNI AU, tni-au.mil.id, Sabtu (20/12).

Baca Juga: Kisah Heroik! Sertu Giman Selamatkan Warga dari Banjir Bandang di Aceh Tamiang

Secara simbolis, kedua pesawat tersebut kemudian diserahkan oleh Komandan Depohar 30 Kolonel Tek Sudi Andojo Bangkit kepada perwakilan masing-masing skadron operasional pesawat, yakni Skadron Udara 4 untuk pesawat Casa, dan Skadron Udara 12 untuk pesawat Hawk pada 18 Desember 2025.

Kolonel Tek Sudi Andojo Bangkit menegaskan bahwa penyerahan pesawat ini merupakan bukti nyata kerja keras, kompetensi, dan profesionalisme personel Depohar 30, khususnya Sathar 32.

Sathar 32
Prosesi serah terima pesawat Hawk TL-0103 dan Casa A-2107 yang telah menjalani pemeliharaan intensif di Sathar 32, Depohar 30. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

“Pesawat Casa A-2107 dan Hawk TL-0103 akan menjadi aset strategis yang sangat bernilai dalam mendukung tugas-tugas operasional skadron udara,” tegas dia.

Sementara itu, Komandan Skadron Udara 12 yang diwakili Mayor PNB M. Reza Sapta N bersama Kapten PNB Irfan Joko P dari Skadron Udara 4 menyambut antusias kembalinya pesawat ke satuan.

Baca Juga: Medan Berlumpur Bukan Hambatan, TNI AU Distribusikan Bantuan ke Aceh Tamiang

“Kami sangat menghargai dedikasi tim Depo Pemeliharaan 30. Dengan kembalinya pesawat ini, kekuatan armada kami semakin solid dan siap melaksanakan berbagai misi dengan tingkat efisiensi dan keselamatan yang tinggi,” ungkap perwakilan skadron dalam sambutannya.

Momentum penyerahan ini menjadi tonggak penting dalam menjaga kesiapan dan kekuatan armada TNI Angkatan Udara. Lebih dari sekadar keberhasilan teknis, serah terima pesawat ini juga memperkuat sinergi dan soliditas antara satuan pemeliharaan dan satuan operasional TNI AU.

“Kolaborasi yang kuat ini menjadi kunci utama dalam menjaga kesiapan alutsista, sekaligus wujud komitmen TNI Angkatan Udara dalam menjaga kedaulatan dan keamanan udara Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tulis Penerangan Koharmatau. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.