HANKAM

Pesawat C-130 Hercules A-1318 Siap Kembali Beroperasi Usai Banharlap di Sathar 15

Proses serah terima pesawat C-130 HS Hercules.
Proses serah terima pesawat C-130 HS Hercules A-1318 yang dilakukan oleh Komandan Sathar 15 Letkol Tek Chrisna Ckati Samiaji kepada perwakilan skadron operasional pesawat tersebut. (Foto: Dok. Instagram @koharmatau04)

Jakarta, IDM – Pesawat C-130 HS Hercules dengan nomor registrasi A-1318 siap kembali beroperasi usai menjalani pemeriksaan dan perbaikan berkala (Banharlap) yang dilakukan oleh para teknisi di Satuan Pemeliharaan (Sathar) 15.

Setiap sudut rangka pesawat diperiksa, mulai dari sistem mesin Rolls-Royce hingga struktur sayap yang menahan beban berat. Selain itu, Banharlap pada pesawat juga meliputi sejumlah aspek di antaranya penggantian suku cadang, pengecekan avionik modern, serta uji fungsi sistem hidrolik dan navigasi. Keseluruhan proses tersebut dilakukan secara cermat hingga akhirnya C-130 Hercules A-1318 dinyatakan layak terbang dan dapat kembali beroperasi.

Baca Juga: Kapal Perang Rusia Muncul Tiba-tiba di perairan Indonesia Bawa Terpedo

Pesawat dengan panggilan (call sign) ‘Rajawali 18’ tersebut kemudian diserahterimakan oleh Komandan Sathar 15 Letkol Tek Chrisna Cakti Samiaji kepada perwakilan skadron operasional dalam acara yang digelar di apron Sathar 15, Depo Pemeliharaan (Depohar) 10, Lanud Husein Sastranegara, Bandung.

“Keberhasilan Banharlap ini menunjukkan betapa pentingnya peran teknisi Sathar 15 Depohar 10 dalam menjaga kesiapan alutsista TNI AU, sekaligus menjadi bukti nyata atas kemampuan dan dedikasi para teknisi tangguh Sathar 15 Depohar 10,” ungkap Chrisna dikutip dari keterangan Penerangan Koharmatau dalam instagram @koharmatau04, Senin (2/6).

Teknisi Sathar 15.
Teknisi Sathar 15 saat melakukan proses pemeriksaan dan perbaikan berkala pada pesawat (Banharlap) pesawat C-130 HS Hercules A-1318. (Foto: Dok. Instagram @koharmatau04)

“Usia pesawat tidak menjadi kendala asalkan perawatan dan perbaikan dilakukan dengan standar tinggi. Semangat dan keterampilan tim ini telah membuktikan, bahwa pesawat bersejarah seperti A-1318 masih bisa menjalankan tugasnya dengan prima,” imbuh dia.

Baca Juga: Kapuspen TNI: China Bukan Ancaman bagi Indonesia

‘Rajawali 18’ bukan sekadar pesawat angkut militer biasa. Pasalnya, pesawat tersebut telah menjadi salah satu andalan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam menjalankan sejumlah operasi dan misi, seperti operasi logistik, evakuasi kemanusiaan, hingga latihan-latihan tempur dengan skala besar.

“Berkat konstruksi kokoh dan perawatan berkelanjutan, meski usianya telah menembus empat dekade, Hercules A-1318 tetap dipercaya untuk berbagai misi kritis hingga hari ini,” tulis Penerangan Koharmatau. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.