Pesan Panglima Saat Melepas 1.090 Satgas TNI Kontingen Garuda ke Lebanon

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melepas keberangkatan 1.090 prajurit untuk mengemban misi sebagai pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Lebanon, Timur Tengah.
Dalam upacara pelepasan, ia memberi pesan kepada Kontingen Garuda Unifil yang berasal dari ketiga Matra TNI bahwa menjaga perdamaian merupakan tugas dan amanat yang mulia. Kepercayaan yang diberikan PBB kepada Indonesia untuk secara berkelanjutan mengirimkan pasukan perdamaian menurutnya adalah bukti pengakuan dunia terhadap dedikasi prajurit TNI.
"Saya dengan penuh kebanggaaan akan melepas 1.090 prajurit TNI terpilih untuk bergabung dalam Satgas TNI Kontingen Garuda yang akan bertugas dalam misi Unifil di Lebanon," ujarnya di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (9/4).
Baca Juga: TNI AD Kirim 450 Prajurit ke Papua Selatan
"Saya mengingatkan kepada prajurit bahwa tugas ini adalah amanah yang suci dan mulia Laksanakan tugas ini, dengan sebaik-baiknya, jaga nama baik TNI dan Indonesia di hadapan komunitas internasional," sambungnya.
Ia menyoroti konflik antara Hizbullah dengan Israel yang terus meningkat. Dengan demikian, ia berpesan agar para prajurit memprioritaskan keamanan dan mempertahankan kewaspadaan setiap saat.

Ia pun berpesan agar para prajurit TNI senantiasa menunjukkan sikap profesionalitas dan menjalin komunikasi yang baik dengan pasukan dari negara lain maupun masyarakat setempat.
Baca Juga: Sebanyak 31 Personel Yonkav 1 Kostrad Ikut Satgas Swasembada di Papua
"Saya minta dalam melaksanakan tugas faktor keamanan menjadi prioritas utama, pertahanakan kewaspadaan setiap saat, serta pahami dan kuasai kondisi daerah operasi, prosedur keamanan dalam setiap kegiatan, serta laporkan secara cepat setiap perkembangan yg terjadi," ujarnya.
Ribuan prajurit Kontingen Garuda itu dibagi menjadi tujuh Satgas yaitu Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) XXIII-S sebanyak 850 orang; Satgas Force Headquarter Support Unit (FHQSU) XXVI-Q sebanyak 155 orang; Satgas Military Police Unit (MPU) XXV-Q sebanyak 40 orang.
Serta 18 prajurit yang tergabung dalam Satgas Military Community Outreach Unit (MCOU) XXX-O; 7 prajurit Satgas Civil Military Coordination (CIMIC) XXXI-O; 9 prajurit Satgas Tim Kesehatan XXIX-P dan personel Milstaff Seceast UNIFIL. (bp)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































