HANKAM

Pesan KSAU kepada Ratusan Paja TNI AU: Jadilah Perwira yang Adaptif dan Berpikir Kritis

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono memimpin Sidang Terbuka Senat Akademik Wisuda Sarjana Terapan Pertahanan ratusan perwira remaja 2025 Akademi Angkatan Udara (AAU). (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengingatkan ratusan perwira remaja (Paja) TNI Angkatan Udara (TNI AU) agar terus adaptif serta berpikir kritis dalam menghadapi dinamika pertahanan serta lingkungan strategis yang terus berkembang.

Pesan tersebut disampaikan Tonny saat memimpin Sidang Terbuka Senat Akademik Wisuda Sarjana Terapan Pertahanan yang diikuti oleh 144 Paja 2025 Akademi Angkatan Udara (AAU) di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Kamis (16/4).

“Keunggulan kekuatan udara ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Para perwira tidak boleh terjebak dalam pola pikir rutinitas, tetapi terus berpikir kritis, adaptif, dan mengembangkan wawasan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi satuan, bangsa, dan negara,” tegas KSAU.

Baca Juga: Korpasgat Perkuat Interoperabilitas dan Kemampuan Taktis dengan Pasukan Khusus AS

Ia menambahkan, profesionalisme perwira tidak hanya ditentukan dari kompetensi teknis, tetapi juga dari kematangan dalam mengelola diri, kedewasaan sikap, serta integritas pribadi. Dalam kerangka tersebut, akhlak mulia menjadi fondasi yang tidak terpisahkan dari jati diri setiap perwira.

“Pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam setiap pelaksanaan tugas,” pesan Tonny.

AAU
Sidang Terbuka Senat Akademik Wisuda Sarjana Terapan Pertahanan ratusan perwira remaja 2025 Akademi Angkatan Udara (AAU) yang dipimpin oleh KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono. (Foto: Dok. Dispenau)

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa gelar Sarjana Terapan Pertahanan yang diraih para wisudawan merupakan hasil proses pembentukan yang menuntut kematangan mental, kecerdasan intelektual, dan ketangguhan fisik. Bekal tersebut, menurut Tonny, dapat menjadi dasar kesiapan untuk mengemban tanggung jawab sebagai perwira TNI Angkatan Udara.

Baca Juga: Cerita Prajurit TNI AD, Evakuasi Delapan Korban Helikopter lewati Medan Ekstrem

“Dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan karakter kepemimpinan yang telah ditempa selama pendidikan, para lulusan diharapkan mampu menjawab tantangan tugas ke depan serta memberikan kontribusi terbaik dalam setiap penugasan bagi bangsa dan negara,” pungkas KSAU.

Pada kesempatan yang sama, Marsekal Tonny turut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah lulusan berprestasi. Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam siaran pers yang dikutip Sabtu (18/4), menyebutkan, dua lulusan peraih predikat Adhi Sakti Prodi Teknik Elektronika adalah Letda Tek Sultan Ghazy Elkasa Pallaguna dan Letda Lek Axel Fahreza Aditama.

Kemudian, penghargaan Adhi Sakti dan Sastra Viratama Jaya Prodi Teknik Manajemen Industri berhasil diraih oleh Letda Adm Belrake Qurrota A’yun Kun D. Sementara itu, Letda Tek M Ihsanul Akbar serta Letda Lek Indra Listiyanto meraih predikat Sastra Viratama Jaya Prodi Teknik Elektronika. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.