Pesan KSAD Kepada Personel TNI AD Usai Libur Lebaran

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memimpin apel personel Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) sekaligus acara halalbihalal, Selasa (8/4).
Acara yang juga dihadiri Wakil KSAD Letjen TNI Tandyo Budi sampai Asisten KSAD dan perwira tinggi lainnya merupakan momen untuk meningkatkan semangat kerja, pengabdian, serta mempererat kebersamaan dan kepedulian sosial.
Baca Juga: Walaupun Sudah Disahkan DPR, UU TNI Belum Bisa Digunakan
“Idul Fitri adalah momen suci untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi. Namun lebih dari itu, ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk memperbaharui semangat dalam menjalankan tugas serta mengabdi kepada bangsa dan negara dengan lebih baik lagi,” ujar KSAD.
Ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan loyalitas yang telah dijalankan selama bulan Ramadan untuk terus diterapkan dalam setiap aspek tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas.
Kepada seluruh prajurit jajaran TNI AD yang telah membantu menjaga dan mengamankan pelaksanaan Idul Fitri di seluruh wilayah Indonesia, Maruli turut menyampaikan ucapan terima kasih. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































