Perwira TNI-Polri Godok Rencana Hadapi Ancaman Perbatasan dan Terorisme

Jakarta, IDM – Sebanyak 41 Perwira TNI dan Polri menggodok rencana untuk menghadapi berbagai ancaman kontemporer. Hal ini dituangkan mereka dalam Latihan Penyusunan Rencana Tindakan Kontinjensi (Rentinkon) yang berlangsung di Makodam IX/Udayana, Denpasar Selasa (30/6).
Pembukaan latihan dipimpin langsung Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto.
Dilansir dari keterangan Penkodam IX/Udayana, latihan tersebut berlangsung tiga hari diikuti 36 perwira TNI dan 5 perwira Polri, sebagai bagian dari pembentukan calon pemimpin yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi dinamika ancaman masa depan.
Baca Juga: Laris Manis, Filipina Borong Lagi Kapal Perang Buatan RI!
Mayjen TNI Piek Budyakto pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Sesko TNI atas kepercayaan yang diberikan kepada Kodam IX/Udayana sebagai lokasi penyelenggaraan latihan.
"Kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kemampuan analisis, perencanaan, koordinasi, dan pengambilan keputusan bagi para Perwira Siswa, sehingga mampu menyusun rencana tindakan kontinjensi yang realistis, terukur, dan aplikatif," kata Piek.
Baca Juga: Profil Komandan Denjaka Baru Kolonel Profs: Berpengalaman di Paspampres-Intelijen TNI
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kompleksitas karakteristik wilayah Kodam IX/Udayana yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur menuntut kesiapsiagaan tinggi terhadap berbagai ancaman kontemporer, mulai dari bencana alam, konflik sosial, pengamanan VVIP, ancaman di wilayah perbatasan RI–RDTL, hingga tindak terorisme. Oleh karena itu, kemampuan berpikir strategis dan manajerial menjadi kompetensi utama yang harus dimiliki setiap calon pemimpin TNI.
"Semoga dengan latihan ini lahir produk Rencana Tindakan Kontinjensi yang mampu diimplementasikan secara efektif dalam menghadapi berbagai situasi darurat. Penting juga memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian, lembaga, dan seluruh komponen bangsa agar penanggulangan berbagai ancaman dapat dilaksanakan secara terpadu, cepat, dan efektif demi melindungi masyarakat, bangsa, dan negara," tutup Piek.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































