Perwira TNI AU Ukir Prestasi, Raih Predikat "Best Research Paper" di Pendidikan Militer Lebanon

Jakarta, IDM – Kolonel Pnb Krisnayogi menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat "Best Research Paper" dalam program 40th Staff Course/2nd Staff Course in English (SCE-2). Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas karya tulis akademik terbaik selama pendidikan berlangsung.
“Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian membanggakan yang mencerminkan kualitas sumber daya manusia TNI AU di forum pendidikan militer internasional,” ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Sabtu (20/6).
Baca Juga: Ratusan Siswa Dilantik jadi Prajurit Zeni TNI AD, Resmi Terima Baret Kehormatan
40th Staff Course/2nd Staff Course in English (SCE-2) merupakan pendidikan militer yang diselenggarakan di Fouad Chehab Command and Staff College (FSCSC), Lebanon. Di Indonesia, pendidikan tersebut setara dengan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI.

Krisnayogi menjadi salah satu dari enam perwira internasional yang mengikuti pendidikan tersebut. Lima lainnya berasal dari Turki, Ukraina, Yordania, Mesir, dan Irak. Secara keseluruhan, program ini diikuti oleh 33 perwira dengan masa pendidikan selama sepuluh bulan dan telah resmi ditutup pada 19 Juni 2026.
Baca Juga: Prajurit Resimen Arhanud 3 Pasgat Tingkatkan Kemampuan Tembak Tempur Malam
Selama mengikuti SCE-2, Kolonel Pnb Krisnayogi juga menyelesaikan Program Master of Arts in Military Science di Lebanese University serta Speciality Diploma in Strategic and Security Analysis di American University of Science and Technology (AUST) Lebanon.
Kadispenau menegaskan, kehadiran perwira TNI Angkatan Udara dalam pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan strategis, memperkuat jejaring kerja sama internasional, serta meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































