HANKAM

Perwira TNI AU Soroti Pentingnya Sinergi Teknologi Satelit di ASEAN-Australia MARSEC

Mayor Pnb Dimas
Mayor Pnb Dimas menjadi salah satu pembicara pada Round Table Discussion The 2nd ASEAN–Australia Maritime Security Symposium (MARSEC) yang digelar di Bangkok. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Mayor Pnb Dimas Qhomarru Lambang dan Kapten Pnb Iskandar Firyanata mewakili TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam The 2nd ASEAN-Australia Maritime Security Symposium (MARSEC) di Bangkok, Thailand, pada 5 hingga 8 Agustus 2025.

Negara-negara di kawasan dituntut membangun kerja sama maritim yang solid untuk mengantisipasi konflik di perairan Asia Tenggara yang kaya akan sumber daya.

Dengan demikian, MARSEC digelar sebagai wadah untuk merumuskan solusi bersama dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan maritim di kawasan.

Baca Juga: TNI AD Butuh Drone dan Motor Tahan Medan untuk Papua

Selain delegasi negara ASEAN, forum internasional ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Australia, Jepang, Korea, serta Thailand Maritime Enforcement Coordinating Center (Thai-MECC).

Mayor Pnb Dimas, alumnus MARSEC 2025, berkesempatan untuk menyampaikan pandangan terkait teknologi satelit dalam Round Table Discussion bertema “Reducing the Climate of Uncertainty: Integrating Satellite Surveillance and Helicopter Response to Combat Illegal Fishing in Natuna Waters”.

Peserta The 2nd ASEAN–Australia MARSEC
Peserta The 2nd ASEAN–Australia Maritime Security Symposium (MARSEC) yang digelar di Bangkok. (Foto: Dok. Dispenau)

Dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Rabu (13/8), perwira asal Wing Udara 8 Lanud R. Suryadi Suryadarma itu menyoroti pentingnya sinergi teknologi satelit untuk deteksi dini dengan helikopter sebagai unsur reaksi cepat demi menekan praktik pencurian ikan di perairan Natuna.

Baca Juga: JAT Intensifkan Latihan Jelang Tampil di Upacara Peringatan HUT ke-80 RI

Selain itu, kedua perwira TNI AU ini juga aktif diskusi lintas negara dan Table Top Exercise yang menguji koordinasi multinasional saat menghadapi insiden maritim.

“Partisipasi ini menjadi ajang diplomasi pertahanan yang menunjukkan komitmen Indonesia dalam membangun jejaring kerja sama strategis di wilayah Indo-Pasifik,” tulis Dispenau.

Kiprah kedua perwira ini menjadi bukti bahwa TNI AU tidak hanya menjaga kedaulatan udara, tetapi juga berkontribusi nyata dalam upaya menjaga keamanan maritim kawasan. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.