Perwira TNI AU Raih Predikat ‘Honor Graduate Student’ usai Rampungkan Pendidikan MPCCC di AS

Jakarta, IDM – Kapten POM Aulia Noprizal Syahputra menambah deretan prestasi perwira TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang menempuh pendidikan di luar negeri.
Tidak sekadar menyelesaikan pendidikan, perwira pertama (Pama) TNI AU tersebut berhasil menyabet predikat ‘Honor Graduate Student’ dengan GPA 97,9 dari Military Police Captain Career Course (MPCCC) di United States Army Military Police School (USAMPS), Missouri, Amerika Serikat (AS).
“Capaian ini mencerminkan kompetensi, dedikasi, serta profesionalisme perwira TNI AU di kancah internasional, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam kerja sama pertahanan dan keamanan global,” tulis TNI AU yang dikutip dari unggahan Instagram @militer.udara, Kamis (30/10).

Kapten POM Aulia menempuh pendidikan tersebut sejak 28 April hingga 25 Oktober 2025 bersama 33 perwira, yang terdiri dari enam siswa internasional dan 27 siswa dari Amerika Serikat (AS).
Pendidikan tersebut bertujuan untuk membangun profesionalisme, memperkuat kerja sama militer, serta meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan perencanaan operasi kepolisian militer di tingkat batalion dan brigade. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































