Perwira Militer 4 Negara Belajar Ilmu Hidrografi ke TNI AL

Jakarta, IDM – Perwira militer dari empat negara, yakni Pakistan, Kamboja, Vietnam, dan Brunei Darussalam, menempuh pendidikan pemetaan laut di Pusat Pendidikan Hidro-Oseanografi (Pusdikhidros) TNI AL. Bersama belasan perwira matra laut, mereka memperdalam keahlian survei maritim modern di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (18/8).
Komandan Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksdya TNI Budi Purwanto menegaskan, tugas hidrografi bukan sekadar mengukur kedalaman laut atau menggambar peta. Data survei perairan yang tepat menjadi penentu keselamatan pelayaran hingga keberhasilan operasi tempur maritim.
Baca Juga: GMF Berhasil Modernisasi C-130 Hercules A-1319, Bukti Kapabilitas Industri Pertahanan Nasional
"Data batimetri, arus, pasang surut, dan karakteristik dasar laut yang akurat mendukung berbagai pergerakan kapal perang, mulai dari manuver kapal selam, pendaratan amfibi, hingga penentuan posisi ranjau laut," kata Budi saat memberi pembekalan kepada para siswa, dikutip dari keterangan Dispen Pushidrosal, Rabu (19/8).
Budi menambahkan, para perwira wajib menguasai perangkat canggih pendeteksi bawah air seperti sonar, magnetometer, hingga wahana tanpa awak kendali jarak jauh.
"Jadilah perwira hidrografi yang menguasai ilmu, teknologi, dan medan. Reputasi seorang perwira hidrografi tidak terbangun dari janji manis atau retorika belaka, melainkan dari data yang akurat, kerja lapangan yang disiplin, dan integritas moral yang kukuh," tutur Budi.
Baca Juga: TNI AL Kirim KRI Soeharso dan Ratusan Marinir Bantu Korban Gempa NTT
Pendidikan spesialisasi perwira hidrografi angkatan ke-24 tahun 2026 ini melatih 17 peserta. Komposisinya mencakup 12 perwira TNI AL, 4 perwira militer mancanegara, serta satu personel Distrik Navigasi Tanjung Priok. Empat mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) jenjang sarjana dan magister turut bergabung dalam program ini.
Pelatihan terpadu ini sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Survei Hidrografi dan Pemetaan Hidrografi Nasional yang memperkuat posisi Pushidrosal sebagai lembaga tunggal pemegang mandat validasi data survei kelautan di seluruh perairan Indonesia.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































