HANKAM

Pertemuan KSAL Indonesia dan Prancis, Bahas Scorpene hingga Jeanne d'Arc 2026

Muhammad Ali dan Nicolas Vaujour.
KSAL Laksamana Muhammad Ali dan KSAL Prancis Laksamana Nicolas Vaujour dalam pertemuan di Paris, Selasa (15/7). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Laut Prancis Laksamana Nicolas Vaujour, membahas sejumlah penguatan kerja sama dalam sebuah pertemuan di Paris, Selasa (15/7).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, mengungkapkan sejumlah pembicaraan yang dibahas oleh kedua pimpinan tersebut, salah satunya mengenai bidang pembangunan kekuatan TNI AL.

"Dalam bidang pembangunan kekuatan, dibicarakan terkait pembelian dua unit kapal selam Scorpene dari Naval Group untuk memperkuat alutsista TNI AL," kata Tunggul kepada Indonesia Defense Magazine di Jakarta, Rabu (16/7).

Baca Juga: 200 Siswa Kursus Para Dasar A-204 Berhasil Lakukan Terjun Perdana

Selain itu, Ali dan Nicolas juga membicarakan peningkatan kerja sama di bidang pendidikan, seperti undangan langsung dari Angkatan Laut Prancis untuk personel TNI AL dalam pendidikan dan kursus, serta latihan dan kegiatan observasi.

"Pak KSAL juga menyampaikan kepada Prancis mengenai pelayaran Asean Plus Cadet Sail yang akan memberikan pengalaman berharga bagi para calon perwira muda dari sejumlah negara peserta," lanjut dia.

Kemudian, Tunggul menyebutkan pertemuan keduanya juga membahas rencana partisipasi taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) dalam program pelayaran kadet Prancis, Jeanne d'Arc, pada 2026 mendatang.

Baca Juga: Tim SAR Gabungan TNI-Polri Evakuasi Pendaki Swiss yang Terjatuh di Rinjani

"TNI AL juga pernah mengirimkan perwira muda bergabung dalam Jeanne d'Arc Angkatan Laut Perancis. Rencana pengiriman perwira muda untuk ikut serta pada 2026, bukanlah yang pertama kalinya," ujar dia.

Sebelumnya, Ali mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menghadiri upacara parade militer Hari Nasional Prancis (Bastille Day) di Paris, Senin (14/7).

Sebanyak 93 prajurit TNI AL dan 37 taruna AAL tampil membanggakan dalam pasukan gabungan TNI dan drumben Akademi TNI. Partisipasi ini menjadi simbol diplomasi pertahanan Indonesia-Prancis yang semakin erat. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.