HANKAM

Pertempuran Plataran, Aksi Heroik Tentara Pelajar Melawan Belanda di Yogyakarta

Akmil Magelang
Akmil Magelang menggelar upacara peringatan Pertempuran Plataran di Monumen Perjuangan Taruna Plataran, Sleman. Upacara ini dipimpin langsung Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Arnold A.P. Ritiauw. (Foto: Penhumas Akmil)

Jakarta, IDM – Baru-baru ini Akademi Militer (Akmil) Magelang menggelar upacara peringatan Pertempuran Plataran di Monumen Perjuangan Taruna Plataran, Sleman. Upacara ini dipimpin langsung Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Arnold A.P. Ritiauw.

Upacara dihadiri oleh pejabat distribusi Akademi Militer, Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta, pejabat Forkopimda Kabupaten Sleman, Ikatan Keluarga Akademi Militer Yogyakarta, serta masyarakat Selomartani dan para Taruna/Taruni Akdemi Militer.

Baca Juga: Pantau Penyaluran MBG, Dandim 1708: TNI AD Dukung Anak Papua Sehat dan Cerdas

Dilansir keterangan dari Penhumas Akmil, Kamis, (27/2) Gubernur Akademi Militer dalam amanatnya mengisahkan Pertempuran Plataran merupakan peristiwa heroik dalam sejarah perjuangan bangsa. Pasca Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948, Yogyakarta sebagai ibu kota Republik Indonesia mulai dikuasai musuh. Para pejuang bergerak ke daerah pinggiran, termasuk Sleman. Belanda kemudian melancarkan operasi militer di berbagai wilayah, termasuk Kalasan, Turi, Pakem, dan Godean. Pada 24 Februari 1949, di lokasi ini, pertempuran sengit merenggut nyawa dua perwira remaja, lima taruna, satu anggota Tentara Pelajar, dan beberapa warga.

Gubernur Akademi Militer menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Keluarga Akademi Militer Yogyakarta dan masyarakat Selomartani atas peran mereka dalam menjaga nilai-nilai perjuangan dan patriotisme di Plataran. Beliau juga berterima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi dalam pelestarian monumen ini sebagai saksi sejarah perjuangan bangsa.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan di Natuna, Lanud RSA Buka Lahan Baru Seluas 2,5 Hektare

Sebagai penutup, Gubernur berpesan kepada para Taruna/Taruni agar selalu berpegang teguh pada visi Panglima TNI, "PRIMA" (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif). "TNI adalah bagian dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan untuk rakyat," tegasnya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.