Pertama Kalinya Sri Mulyani Kunjungi Prajurit TNI di Papua, Kenakan Rompi Anti Peluru

Jakarta, IDM – Untuk pertama kalinya Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengunjungi Prajurit TNI di daerah konflik Nduga, Papua. Sri tidak sendirian tapi didampingi Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin.
Dilansir keterangan resminya Humas Kemhan, Sabtu (7/6) kedua Menteri tiba di Nduga lengkap menggunakan rompi anti peluru. Mereka pun mendengarkan paparan langsung mengenai wilayah operasi beserta perkembangan situasi terkini dari Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi.
Baca Juga: Peringati Hari Raya Idul Adha, TNI AD Sembelih Ribuan Hewan Kurban

Usai menerima paparan situasi, keduanya mengunjungi pasukan TNI yang bertugas di garda terdepan di daerah rawan konflik Papua yaitu Poskotis Yonif 733/Masariku.
"Pos ini merupakan salah satu wilayah rawan konflik di Papua. Keduanya mengecek perlengkapan yang digunakan di daerah penugasan. Selama kegiatan kunjungan ke Kenyam, kedua Menteri bersama delegasi dari Kemhan dan Kemkeu mengenakan rompi anti peluru karena memang daerah tersebut termasuk daerah berisiko tinggi di Papua," bunyi keterangan Humas Kemhan.
Baca Juga: Kronologi TNI AL Gagalkan Penyelundupan 4,5 Kg Sabu dari Malaysia
Selanjutnya, keduanya berinteraksi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kabupaten (Forkopimkab) Nduga serta masyarakat setempat. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan sebelum Menteri Pertahanan melanjutkan rangkaian kunjungan kerja menuju Merauke. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































