HANKAM

Pertama dalam 30 Tahun! KRI Prabu Siliwangi Taklukkan Samudra Atlantik-Hindia di Afrika Selatan

KRI Prabu Siliwangi
KRI Prabu Siliwangi-321 saat sandar di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/3) usai taklukkan rute ekstrem Tanjung Harapan, Afrika Selatan. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Samudra Atlantik Utara dan hantaman gelombang Tanjung Harapan menjadi saksi bisu ketangguhan KRI Prabu Siliwangi-321. Kapal perang ini mengukir sejarah sebagai unit TNI AL pertama dalam tiga dekade terakhir yang berlayar melintasi Benua Afrika melalui Cape Town, Afrika Selatan.

Misi pelayaran lintas samudra selama 44 hari dari Italia ini bukan sekadar perpindahan unit. Rute sejauh ribuan mil laut ini sengaja dipilih untuk menguji durabilitas mesin dan mental prajurit melalui jalur yang dikenal sebagai salah satu titik laut paling ganas di dunia.

Terjang Ombak 6 Meter di Titik Temu Dua Samudra

Komandan KRI Prabu Siliwangi-321, Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmaja, menceritakan pengalaman saat kapal berhadapan dengan alam di Cape Town. Wilayah ini merupakan pertemuan arus Samudra Atlantik dan Samudra Hindia dengan karakter ombak yang tak terduga.

Baca Juga: KRI Bima Suci Tuntaskan Etape I, Bawa 52 Kadet dari 24 Negara ke Jakarta

"Kondisi ombak berubah-ubah dengan ketinggian mencapai di atas 5 sampai 6 meter. Ini menguji apakah ketangguhan teknologi kapal ini mampu bertahan dalam cuaca buruk yang jarang ada di Indonesia," cerita Kurniawan saat ditemui di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/3).

Kurniawan
"Terjang ombak 6 meter," kenang Komandan KRI Prabu Siliwangi-321, Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmaja, menceritakan pelayaran trans-samudra dari Italia. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Hasilnya, kapal jenis Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) ini tetap stabil menjinakkan gelombang ekstrem tersebut. Pilihan rute jauh ini juga menjadi strategi jitu untuk menghindari risiko keamanan di Laut Merah yang sedang memanas, meski harus memutar jauh lewat Maroko, Nigeria, hingga Mauritius.

Bisa Angkut 2 Helikopter, Solusi Kirim Bantuan Bencana

Selain ketahanan lambung dan persenjataan meriam 127mm, KRI Prabu Siliwangi-321 membawa kemampuan yang krusial bagi kondisi geografis Indonesia, yakni dukungan logistik skala besar. Kapal sepanjang 143 meter ini dirancang multifungsi untuk misi kemanusiaan.

Baca Juga: Airbus A400M Unit Kedua Pesanan Indonesia Tiba di Lanud Halim Perdanakusuma

"Kemarin kejadian bencana beberapa kali kita kesulitan mengirim bantuan. Kapal ini memiliki kemampuan pengangkutan logistik yang cukup besar, termasuk sanggup membawa dua helikopter ukuran di atas Sea Panther," jelas Kurniawan.

Tak hanya itu, kapal ini dilengkapi unit sea rider yang bisa diluncurkan langsung dari buritan untuk mempercepat pengiriman bantuan di area terpencil. Kemampuan ini menjadi nilai tambah strategis bagi TNI AL dalam mendukung penanggulangan bencana nasional di masa depan.

Baca Juga: Airbus: Indonesia Pelajari Integrasi Pemadam Kebakaran Pesawat A400M

Misi Diplomasi di Jalur 'Baru

Selama pelayaran, KRI Prabu Siliwangi juga menjalankan misi diplomatik di wilayah Afrika yang selama ini jarang terjangkau armada Indonesia. Persinggahan di sejumlah negara menjadi wahana mengenalkan profil kekuatan maritim Indonesia di kancah global melalui diplomatic reception.

Kini, dengan jam terbang menaklukkan Samudra Atlantik di pundaknya, KRI Prabu Siliwangi-321 siap memperkuat Satuan Kapal Eskorta (Satkor) di bawah Komando Armada (Koarmada) II, Surabaya, Jawa Timur. Kapal yang tiba lebih cepat dari prediksi awal ini akan segera menjalani latihan tempur untuk menguji seluruh sistem sensor dan persenjataannya secara optimal. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.