HANKAM

Pertajam Insting Tempur, Prajurit Yonko 464 Kopasgat Gelar Latihan Menembak Malam

Yonko 464 Kopasgat
Prajurit Yonko 464 Kopasgat yang mengikuti latihan Uji Terampil Perorangan (UTP) materi menembak malam, (Foto: Dok. Instagram @kopasgat_tniau)

Jakarta, IDM - Setiap personel Kopasgat dituntut untuk dapat melakukan operasi dalam berbagai kondisi, salah satunya operasi yang digelar di malam hari. Keterampilan wajib inilah yang coba diasah oleh prajurit Batalyon Komando (Yonko) 464 Kopasgat melalui latihan Uji Terampil Perorangan (UTP) materi menembak malam, Rabu (15/3).

Pada dasarnya, kemampuan menembak malam merupakan kemampuan dasar bagi seorang prajurit yang membutuhkan ketenangan, ketahanan, dan pengontrolan diri serta konsentrasi yang tinggi. Melalui latihan ini para prajurit Yonko 464 Kopasgat juga dapat melatih insting, naluri, dan kepekaan saat menembak pada malam hari.

Yonko 464 Kopasgat
(Foto: Dok. Instagram @kopasgat_tniau)

Sementara itu jika berbicara perihal tantangan dan kesulitan, Komandan Batalyon Komando 464 Kopasgat, Letkol Pas Puthut pun mengakui jika menembak malam memiliki tantangan dan kesulitan tersendiri. Pasalnya cahaya sangat berpengaruh pada pembuatan gambar bidik maupun sebagai tanda untuk mengetahui sasaran, sehingga menembak malam memiliki tantangan tersendiri jika dibandingkan dengan menembak pada siang hari.

Baca Juga: Usai Terima Brevet Cakra, 500 Prajurit Kostrad Siap Dikirim ke Medan Operasi

“Menembak malam (digelar) untuk meningkatkan kemampuan dan naluri tempur baik siang maupun malam hari bagi seluruh prajurit guna mendukung tugas - tugas ke depan yang semakin kompleks,” pungkas Puthut seperti dikutip dari keterangan Penerangan Kopasgat dalam akun Instagram @kopasgat_tniau, Kamis (16/3).

Sementara itu, Wadanyonko 464 Kopasgat, Mayor Pas M. Riski Natsir yang memimpin kegiatan ini berpesan agar seluruh prajurit dapat selalu menjaga keamanan (safety) selama mengikuti latihan menembak malam. “Ikuti apa yang diinstruksikan dan pelajari materi yang diberikan oleh pelatih, serta sesuaikan dengan prosedur yang berlaku,” ungkapnya. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.