HANKAM

Personel TNI Mendadak Serbu Eks Tahanan Militer Madiun, Ada Apa?

Aksi bersih-bersih TNI
Aksi bersih-bersih TNI bersama jajaran pemerintah daerah dan para penggiat sejarah di eks Rumah Tahanan Militer (RTM) Madiun di Jawa Timur. (Foto: Dok. Instagram @masbaguspanuntun)

Jakarta, IDM – Sejumlah personel TNI tampak mendatangi eks Rumah Tahanan Militer (RTM) Madiun di Jawa Timur baru-baru ini. Kedatangan prajurit ke tempat tahanan Tan Malaka dan Sutan Sjahrir ini sempat menjadi perhatian namun ternyata bukan sebuah penyerbuan atau penyergapan.

Dilansir dari keterangan Humas Pemkot Madiun, Rabu (1/7), rupanya kedatangan para prajurit ini untuk melakukan aksi bersih-bersih atau kurve massal bersama jajaran pemerintah daerah dan para penggiat sejarah.

Baca Juga: Prajurit Marinir Rawat Anak-anak hingga Lansia di Pedalaman Deiyai Papua

Dijelaskan Wakil Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun bahwa aksi ini dilakukan bukan tanpa alasan. Berdasarkan komunikasi yang telah dijalin dengan Panglima Kodam (Pangdam), Komandan Korem (Danrem), hingga Komandan Kodim (Dandim) setempat, kawasan eks tahanan militer yang sebelumnya kurang terawat ini sedang dipersiapkan untuk proyek besar.

Aksi bersih-bersih TNI
(Foto: Dok. Instagram @masbaguspanuntun)

Menurut dia, ​pemerintah kota bersama TNI melihat adanya potensi sejarah yang luar biasa kuat di dalam RTM Madiun yang belum tergali maksimal.

​"RTM ini kan kurang bersih, itu kita pengen kurve untuk sama-sama kita bersihkan. Karena apa? Ini punya potensi untuk bisa mendatangkan wisatawan, karena ada cerita sejarah di sini," ujar Bagus.

Baca Juga: Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Jajaki Peluang Kerja Sama Pertahanan

Ke depan, lanjut Bagus eks RTM Madiun tidak akan lagi berkesan suram. Kawasan ini justru akan dipoles dan dikembalikan ke bentuk aslinya untuk dijadikan rujukan destinasi wisata sejarah baru.

Aksi bersih-bersih TNI
(Foto: Dok. Instagram @masbaguspanuntun)

"Destinasi ini tidak berdiri sendiri. RTM Madiun nantinya akan diintegrasikan menjadi satu kesatuan rute wisata sejarah yang megah di Madiun, meliputi ​Kawasan Balai Kota, ​Bakorwil, ​Gereja Cornelius, ​SMP Santo Bernardus," jelas Bagus.

​Saat ini, beberapa komunitas penggiat sejarah seperti History van Madiun juga sudah mulai bergerak membuat visualisasi awal kawasan tersebut. Dengan aksi resik-resik dari TNI ini, langkah awal untuk menyulap bangunan kuno militer menjadi magnet wisata baru resmi dimulai.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.