HANKAM

Personel Puspom TNI Jadi BKO Paspampres Pelantikan Presiden dan Wakil

BKO Paspampres
Kegiatan simulasi pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden. (Foto: Dok. Instagram @puspomtni)

Jakarta, IDM – Sebanyak 10 personel dari Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI) melaksanakan tugas Bantuan Kendali Operasi (BKO) Paspampres dalam rangka mendukung pengamanan kegiatan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia tahun 2024.

Di bawah pimpinan Kapten Cpm Benny Antoni, para personel ini pun langsung menerima pembekalan di Markas Komando Paspampres di Jakarta, Senin, (14/10).

"Dalam rangka persiapan pengamanan acara pelantikan, para personel Puspom TNI mengikuti berbagai materi penting. Salah satu materi utama adalah pembekalan Subsatgas Walmor yang memberikan gambaran umum mengenai mekanisme dan langkah-langkah yang akan dijalankan selama pelaksanaan tugas pengawalan dan pengamanan VVIP. Selain itu, para personel juga menerima penyuntikan vitamin dari Detasemen Kesehatan Paspampres guna memastikan kondisi fisik yang prima selama menjalankan tugas," tulis keterangan Penerangan Puspom TNI seperti dikutip dari instagram resminya @puspomtni, Selasa, (15/10).

Baca Juga: Gelar Komunikasi Sosial, Satgas Yonif 323 Kostrad Bersama Pemuda Kago Berlatih Musik

Kegiatan tersebut ditutup dengan gladi maket rangkaian kawal, simulasi penting yang bertujuan untuk memastikan kesiapan maksimal dalam pengawalan VVIP saat acara pelantikan berlangsung.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesiapan fisik dan mental personel Puspom TNI dalam mendukung pengamanan VVIP, terutama dalam rangkaian kegiatan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI. Diharapkan dengan adanya pembekalan dan latihan ini, pengamanan dapat berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, sehingga acara kenegaraan penting tersebut berlangsung dengan aman dan sukses," tulis keterangan Puspom TNI.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Hariyanto memastikan mulai besok tanggal 16 Oktober 2024, TNI akan menggelar pengamanan VVIP pelantikan presiden dan wakil presiden.

Ia menyebut pengamanan ini akan berlangsung hingga tanggal 23 Oktober 2024.

Baca Juga: Pesan Kadispenad Saat Kunjungi Penerangan Kodam IV/Diponegoro: Jaga Kekompakan dan Bekerjalah dengan Hati!

"TNI akan menggelar operasi
pengamanan VVIP dalam rangka pelantikan Presiden RI dan Wakil presiden mulai tanggal 16- 23 Oktober 2024," kata Hariyanto kepada wartawan, Selasa, (15/10).

Sementara itu untuk pengerahan pasukan ia menyebut berasal dari tiga matra TNI yaitu TNI AD, TNI AL dan TNI AU bekerja sama dengan Kepolisian RI dan sejumlah instansi terkait lainnya untuk koordinasi pengamanan di tiga sektor.

"Rencana (pengamanan) mencakup area sekitar lokasi pelantikan serta pengaturan arus lalu lintas, dan akses masyarakat," ungkap Hariyanto, Kamis (10/10) malam. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.