HANKAM

Personel Jepang dan Satgas Udara TNI Samakan Persepsi Sebelum Helikopter Chinook Padamkan Karhutla

Personel Jepang bersama Satgas Udara TNI
Personel Jepang bersama Satgas Udara TNI menyamakan persepsi sebelum pengoperasian helikopter CH-47 Chinook dalam memadamkan karhutla di wilayah Kalimantan. (Foto: Dok. Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Personel militer Jepang bersama Satuan Tugas (Satgas) Udara TNI menyamakan persepsi sebelum pengoperasian helikopter CH-47 Chinook dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan.

Penyamaan persepsi itu dipimpin Kementerian Pertahanan RI lewat rapat koordinasi di Gedung Teddy Kustari, Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (13/9).

“Rapat koordinasi dilaksanakan sebagai bagian dari tahapan persiapan operasi guna memastikan seluruh unsur yang terlibat memiliki kesamaan pemahaman dan kesiapan dalam mendukung penanganan karhutla,” tulis siaran pers Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI, Senin (14/9).

Baca Juga: Satgas Pamtas Yonarmed 13 bersama Polri dan Damkar Padamkan Karhutla di Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia

Dalam rapat koordinasi tersebut, Kemhan RI berperan sebagai koordinator utama yang mengintegrasikan kesiapan dan dukungan dari Satgas Udara TNI serta delegasi Jepang.

Fokus utama pembahasan meliputi kesiapan operasional helikopter CH-47 Chinook yang dikerahkan dalam mendukung penanganan karhutla, kondisi wilayah operasi dan jalur penerbangan, mekanisme koordinasi antarpihak, dan penyamaan prosedur pelaksanaan tugas di lapangan.

“Koordinasi tersebut diperlukan agar setiap unsur memahami tugas, tanggung jawab, prosedur serta pola kerja sama selama operasi berlangsung,” tulis Biro Infohan Kemhan.

Baca Juga: TNI AL Siapkan Pengawalan Kapal Induk Garibaldi di ALKI I

Diketahui, pemerintah Jepang ikut membantu penanganan karhutla di Kalimantan lewat pengerahan tiga helikopter CH-47 Chinook.

Tiga Chinook itu dibawa menggunakan kapal pendarat JS Kunisaki (LST-4003) yang tiba di Dermaga Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (10/9). Total, JS Kunisaki membawa 338 personel yang terdiri dari kru kapal, tim pemadaman, dan tim koordinator.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari kerja sama pertahanan (DCA) antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.