Persiapan Tugas Prajurit Ujwala Yudha Laksanakan Hanmars 10 Kilometer

Jakarta, IDM - Untuk menjaga stamina dan fisik serta mempersiapkan penugasan yang akan datang, prajurit Yonif 502/Ujwala Yudha (UY) menggelar Ketahanan Mars (Hanmars) yang adalah bagian dari pembinaan jasmani militer.
Baca Juga: Purna Tugas, Lanal Dumai Musnahkan Patkamla Bengkalis I-1-40
Danyonif 502/UY Mayor Inf Deny Suryo Anggo Digdo yang memimpin apel batalyon di lapangan 51 Yonif 502/UY menyampaikan beberapa penekanan bagi prajuritnya sebelum dilanjutkan latihan Hanmars dengan menempuh jarak 10 kilometer di Malang, Rabu (3/1/2024).
Kegiatan diawali dengan pengecekan kesehatan dilanjutkan dengan melaksanakan pemanasan untuk menghindari kram otot dan cedera pada saat pelaksanaan Hanmars.
Baca Juga: Lewati Tiga Teluk Rawan Perompak, KRI Diponegoro-365 Siaga Perang
Rute Hanmars melalui ring luar asmil Yonif 502/UY.Kegiatan Hanmars dilaksanakan dengan penuh semangat oleh seluruh prajurit. Terlihat para prajurit Yonif 502/UY sangat antusias dan kompak saat melangkahkan kaki dibarengi dengan menyanyikan lagu-lagu mars perjuangan guna menggugah semangat serta menghilangkan rasa lelah. Setelah sampai di finish dilanjutkan senam pelemasan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































