Persiapan Matang Combat Free Fall Taifib Marinir Jelang Latpassus dengan Kopaska

Jakarta, IDM - Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 2 Marinir mengikuti latihan parsial penerjunan siang dan malam di Lanudal Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (19/10).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Sabtu (21/10), latihan parsial tersebut dilaksanakan menjelang latihan pasukan khusus (Latpassus) Intai Amfibi Marinir dan Kopaska dalam operasi amfibi 2023.
Baca Juga: Alih Jabatan, Pangkoopsud II Pimpin Sertijab Komandan Lanud Iswahjudi
Latihan parsial bertujuan mengecek kesiapan dan memantapkan pelaksanaan penerjunan combat free fall sebagai sarana infiltrasi melalui media udara.

Sejumlah hal yang diperhatikan di antaranya mengenai ketinggian tertentu, alat peralatan tempur tertentu yang didaratkan di daerah sasaran untuk misi pertempuran, sabotase, spionase maupun sebagai tim pendahulu.
Baca Juga: Danpasmar 3 Kunjungi Markas Besar Marinir Korea Selatan, Ini yang Dibahas
Danyontaifib 2 Marinir Letkol (Mar) Suherman, menyampaikan kesiapsiagaan sebagai prajurit Tri Media harus terus diasah, untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, kesiapan dan profesionalisme.
"Serta mentalitas prajurit dalam rangka mendukung tugas Korps Marinir TNI AL," ujarnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































