HANKAM

Perkuat Sistem Pertahanan Udara Nasional, KSAU Kunjungi Thales dan Terima Paparan Mengenai Radar GCI

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono beserta delegasi TNI AU melakukan kunjungan kerja ke Thales untuk melihat langsung pabrikan serta menerima paparan perihal radar GCI. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Prancis, di mana salah satu agendanya adalah mendalami teknologi radar Ground Control Intercept (GCI) yang diproduksi oleh Thales.

Selama kunker tersebut, KSAU mendapatkan presentasi serta paparan dari pihak Thales mengenai kemampuan dan teknologi terbaru dalam sistem radar GCI yang bakal memperkokoh sistem pertahanan udara nasional.

Baca Juga: Naval Group Kunjungi PT PAL, Matangkan Persiapan Pembangunan Kapal Selam Scorpene Evolve

“Dalam presentasi tersebut dipaparkan tentang keunggulan radar GCI dalam mendeteksi, melacak, dan mengintersepsi setiap ancaman udara dengan tingkat akurasi dan kecepatan yang tinggi. Teknologi radar GCI dari Thales dikenal memiliki kemampuan superior dalam mendukung operasi pertahanan udara modern yang terintegrasi serta efektif,” tulis TNI AU dalam keterangan resminya yang dikutip Jumat (28/6)

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
(Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Selain menerima paparan teknis, dalam kunker yang dilakukan pada Selasa (26/5) tersebut, Marsekal TNI Tonny Harjono beserta delegasi TNI Angkatan Udara (TNI AU) lainnya juga berkesempatan untuk berdialog mengenai aspek operasional dan pemeliharaan radar GCI dengan para ahli dari Thales.

Baca Juga: Koleksi Helikopter Antikapal Selam ‘Jadul’ dari Rusia hingga Inggris di Monumen Penerbangan Angkatan Laut

KSAU mengapresiasi pihak Thales yang telah mengembangkan berbagai inovasi serta teknologi canggih. Khusus untuk teknologi yang terdapat pada radar GCI Thales, Tonny menilai bahwa sistem radar tersebut memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara Indonesia secara signifikan, khususnya untuk menghadapi berbagai ancaman modern.

“Kerja sama dengan Thales merupakan langkah strategis dalam upaya modernisasi sistem pertahanan udara Indonesia. Harapannya, kerja sama ini dapat terus terjalin dengan lebih baik dan saling menguntungkan sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat pertahanan udara nasional dalam menjaga kedaulatan negara,” pungkas TNI AU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.