Perkuat Pertahanan Udara, KSAU Temui Menhan Singapura

Singapura, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat Singapura pada hari kedua lawatannya ke negeri Singa, Selasa (4/1).
Pejabat utama yang ditemui yaitu Menteri Pertahanan Ng Eng Hen. Kedua pejabat membicarakan beberapa isu terkait kerja sama pertahanaan udara kedua negara. Mereka terkesan dengan kegiatan The rising 50 sebagai simbol peringatan 50 tahun hubungan bilateral RI dan Singapura, dan 40 tahun hubungan bilateral TNI AU dan RSAF.

Dalam kesempatan tersebut, KSAU menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Pertahanan Singapura atas undangannya. Menurut KSAU, hal ini menjadi simbol eratnya persahabatan dan kerja sama kedua negara.
Fadjar juga mengapresiasi pemerintah dan Angkatan Udara Singapura yang telah banyak mendukung Indonesia dalam misi-misi kemanusiaan, khususnya bantuan menangani pandemi COVID-19.

"Terima kasih atas pertemuan ini, kami akan terus menjaga komitmen untuk terus meningkatkan kerja sama dan persahabatan, baik kedua negara maupun kedua Angkatan Udara," ujar Fadjar.
Dalam pertemuan ini KSAU didampingi Asintel KSAU Marsda TNI I Wayan Sulaba dan Athan RI di Singapura Kolonel Pnb Ahmad Zaelani. (umm/nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































